Wabup Nasir Resmi Buka perlombaan shalawat hifdzil Qur’an, dan pawai obor di Kedang Buyasuri

Suasana malam di Kecamatan Buyasuri dipenuhi semangat kebersamaan dan nuansa religius dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, resmi membuka  perlombaan shalawat, hifdzil Qur’an, dan pawai obor PHBI Buyasuri di halaman Kantor Camat Buyasuri. 

 

Turut hadir, Anggota DPRD,  Kapolres Lembata, Ketua BKMT Lembata, pimpinan dan perwakilan OPD, perwakilan Kemenag Lembata, Camat Buyasuri, Forkopimca, Kepala KUA Buyasuri, Ketua MUI Kabupaten Lembata, Ketua MUI Kecamatan Buyasuri, Ketua Umum PHBI, para dewan juri, kepala desa, kepala madrasah dan RA, tokoh agama, tokoh masyarakat, ibu-ibu Majelis Ta’lim, panitia, serta masyarakat dan peserta perlombaan.

 

Ketua Panitia Pelaksana, Jibrail Malik, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah melalui keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam, keikhlasan Nabi Ismail Alaihissalam, serta kesabaran Siti Hajar.

 

Senada dengan itu, Ketua PHBI Kecamatan Buyasuri, Usman Ismail, S.Sos., menegaskan bahwa perlombaan shalawat dan tahfiz bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penghormatan kepada ibu-ibu Majelis Ta’lim yang selama ini menjadi madrasah pertama dalam membentuk generasi terbaik di Lembata.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, dalam sambutannya , menyoroti tema kegiatan “Rehumanisasi Kehidupan” yang dinilainya sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Perkembangan zaman ibarat arus besar yang perlahan dapat menyeret manusia menjauh dari akar kemanusiaannya. 

 

“Kemajuan teknologi dan perubahan sosial, seringkali membuat manusia kehilangan empati, kepedulian sosial, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari”. Katanya

 

Wabup Nasir  juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat menyimak ceramah ilmiah Prof. Mahfud MD mengenai konsep “otokratik legalisme”, yakni kondisi ketika hukum berubah menjadi alat kekuasaan yang berpotensi menggerus nilai demokrasi dan kemanusiaan. Menurutnya, demokrasi sejatinya tidak hanya dimaknai sebagai sistem politik, tetapi juga mengandung dimensi moral dan tanggung jawab kemanusiaan.

 

“Demokrasi dalam pengertian sederhana adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Kekuasaan sejatinya berada di tangan rakyat, dan rakyat memiliki hak untuk mengontrol jalannya pemerintahan,” ujarnya.

 

Wabup Nasir kemudian mengaitkan konsep demokrasi tersebut dengan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan manusia. Mengutip pemikiran Nurcholish Madjid atau Cak Nur, mengatakan bahwa demokrasi juga dapat dipahami sebagai perjanjian antara manusia dengan Tuhan, sehingga kehidupan sosial harus tetap berlandaskan nilai-nilai ilahiah.

 

Cak Nur menyebut hal tersebut sebagai demokrasi primordial, yakni kesadaran bahwa Tuhan adalah pusat dari seluruh nilai kehidupan, sementara manusia diberi amanah sebagai khalifah di muka bumi untuk menjaga kehidupan dengan penuh tanggung jawab.

 

“Manusia tidak boleh melepaskan diri dari nilai keimanan. Iman bukan hanya soal ritual, tetapi merupakan karakter dasar yang membentuk cara seseorang berpikir, mengambil keputusan, mengelola emosi, serta menentukan tujuan hidupnya,”ungkapnya.

 

Wabup Nasir  juga mengapresiasi keterlibatan ibu-ibu Majelis Ta’lim dan anak-anak RA dalam kegiatan ini. Menurutnya, pendidikan Islam tidak hanya berperan mencerdaskan akal, tetapi juga menanamkan akhlak dan spiritualitas sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, masyarakat, dan pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Idul Adha bukan hanya tentang qurban, tetapi tentang bagaimana manusia belajar ikhlas, peduli, dan saling menguatkan,” ungkapnya.

 

Semoga seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan kegiatan ini sebagai sarana belajar dan mempererat persaudaraan, bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan.

 

“Akhirnya, dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa serta restu leluhur Lewotana Lembata, maka perlombaan Shalawat, Hifdzil Qur’an dan  Pawai Obor PHBI Buyasuri, pada malam ini saya nyatakan dibuka secara resmi.”

 

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wakil Bupati Lembata yang didampingi Kapolres Lembata, disambut antusias masyarakat dan peserta yang hadir.

 

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh khidmat, menjadi simbol persatuan, nilai religius, serta semangat kebersamaan masyarakat Buyasuri dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. (ProkompimPemkabLembata)

 

 

 

   

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *