Ratusan warga dan peserta Fishing Tournament, para tamu undangan memadati lokasi pembukaan Lembata Fishing Tournament 2026 yang resmi dibuka Bupati, Petrus Kanisius Tuaq di pantai Wulon Luo eks Harnus Lewoleba Lembata.
Ajang memancing perdana berskala nasional dan internasional ini mengusung tema “Strike Bersama, “Tingkatkan Persaudaraan Dari Lembata untuk Indonesia dan Dunia.” Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Dinas Perikanan Kabupaten Lembata.
Ketua Panitia, Heribertus Tanatawa, mengatakan turnamen ini bukan hanya sekadar perlombaan memancing, tetapi juga momentum memperkenalkan potensi laut Lembata kepada dunia.
“Lembata punya laut yang luar biasa, dengan arus dan kekayaan spesies ikan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta sport fishing. Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan potensi bahari dan wisata maritim Lembata ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus mengkampanyekan pentingnya menjaga kelestarian laut dari praktik penangkapan ikan yang merusak.
Turnamen berlangsung selama dua hari, 23–24 Mei 2026, dengan pusat kegiatan di Pantai Wulon Luo. Para peserta akan berburu ikan di sejumlah spot yang telah ditentukan di sekitar perairan Lembata.
Untuk diketahui sebanyak 18 tim dengan total 75 peserta ikut ambil bagian. Para angler datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Kupang, Bali, Surabaya, dan Kepulauan Selayar. Tidak hanya itu, peserta mancanegara juga turut meramaikan turnamen, yakni dari Timor Leste, Malaysia, dan Australia.
Menariknya kegiatan ini ditandai dengan seremonial sekaligus Bupati Petrus Kanisius Tuaq menyerahkan joran pancing secara simbolis kepada James, peserta asal Australia, sebagai bentuk penghormatan dan sambutan bagi tamu internasional. Selain itu, dilakukan penyerahan Piala Bupati Lembata kepada Pembina Panitia Benediktus Lelaona sebagai tanda dimulainya kompetisi.
Turnamen ini memperebutkan hadiah sebesar Rp 181 juta. Juara pertama akan membawa pulang hadiah Rp 75 juta, disusul juara II dan III. Panitia juga menyiapkan kategori penghargaan lain seperti tim dengan total tangkapan terberat, spesies terberat untuk ikan kerapu, tuna, dan ruby, serta kapten terbaik.
Pendanaan kegiatan berasal dari APBD Kabupaten Lembata Tahun 2026, kontribusi pendaftaran peserta, dan dukungan sponsor.
Lebih lanjut, Bupati Petrus Kanisius Tuaq mengapresiasi kerja keras panitia dan tingginya antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah dan negara.
“Ini langkah awal untuk mempromosikan Lembata sebagai destinasi wisata bahari. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan tahun depan dilaksanakan lebih besar lagi,” katanya.
Acara pembukaan turut dihadiri unsur Forkompinda, pimpinan OPD, BUMN/BUMD, mitra pariwisata, kepala desa wisata, sponsor, insan media, serta seluruh peserta turnamen.
Menutup laporannya, Ketua Panitia Heribertus Tanatawa memberikan pesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan selama berlaga.
“Selamat bertanding. Utamakan keselamatan, jalin persaudaraan, dan strike!” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.
Lembata Fishing Tournament 2026 kini resmi dimulai. Siapa yang akan membawa pulang Piala Bergilir Bupati Lembata tahun ini, akan terjawab pada penutupan turnamen di Pantai Wulon Luo, Sabtu besok.**ProkompimPemkabLembata**