Merajut Kebersamaan Iman dalam Nuansa Halal Bihalal 1447 H di Rujab Wakil Bupati Lembata

Halal bihalal merupakan salah satu tradisi khas keagamaan  yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan sosial masyarakat. 

Tradisi ini biasanya dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi.

 

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini mewarnai acara halal bihalal yang digelar Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, bersama keluarga di rumah jabatan Wakil Bupati Lembata, Lewoleba, Selasa (24/3).

 

Kegiatan halal bihalal ini menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai elemen penting daerah, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga umum.

 

Hadir Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Ursula Surat Bayo.

 

Kehadiran Bupati Lembata bersama Istri ini untuk memberi dukungan terhadap upaya mempererat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

 

Suasana acara berlangsung cair tanpa sekat. Para tamu yang hadir tampak berbaur, saling bersalaman dan berbincang akrab, mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan yang hidup di tengah masyarakat Lembata.

 

Menariknya, acara ini juga dihadiri mantan Deken Lembata, Romo Philipus Sinyo da Gomez, bersama sejumlah imam Katolik dan para suster.

 

Kehadiran tokoh-tokoh lintas iman ini memperlihatkan eratnya jalinan toleransi dan kebersamaan antar umat beragama di kabupaten Lembata.

 

Momentum halal bihalal ini tidak hanya menjadi tradisi pasca-Idul Fitri, tetapi juga simbol nyata harmonisasi sosial di Lembata.

 

Di tengah keberagaman, masyarakat menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan saling menghormati tetap menjadi fondasi utama kehidupan bermasyarakat. **ProkompimPemKabLembata**

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *