Pertemuan Para Uskup Dengan Kepala Daerah se-Daratan Flores dan Lembata

Pertemuan antara para Uskup se-Flores-Lembata dan para Bupati sedaratan Flores dan Lembata memiliki makna strategis yang mendalam, terutama dalam memperkuat kolaborasi antara Gereja Katolik dan pemerintah daerah. Pertemuan tersebut berfungsi sebagai wadah kolaborasi untuk menangani isu-isu sosial, ekonomi, dan pendidikan secara bersama-sama, menyatukan pendekatan pastoral Gereja dengan kebijakan pemerintah.

Pertemuan ini menunjukkan bahwa Gereja tidak hanya mengurus hal rohani, tetapi aktif terlibat dalam kesejahteraan umum (bonum commune).

 

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, S.P menghadiri pertemuan bersama para uskup se-wilayah Provinsi Gerejawi Ende dan para bupati se-daratan Flores serta Lembata. Pertemuan ini berlangsung di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret.

 

Pertemuan tersebut mengangkat tema “Usaha Peningkatan Ekonomi Umat, Masalah Migran dan Perantauan serta Tantangan dalam Bidang Pendidikan.”

 

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan gereja, antara lain Paulus Budi Kleden, Uskup Agung Ende; Ewaldus Martinus Sedu, Uskup Maumere; Yohanes Hans Monteiro, Uskup Larantuka; Maximus Regus, Uskup Labuan Bajo; Silvester San, Uskup Denpasar; serta Vikjen Keuskupan Ruteng Sebastian Hobahana, SVD.

 

Pentingnya sinergi dan silaturahmi antara Gereja dan pemerintah daerah guna memperkuat kerja sama dalam upaya pembangunan umat dan masyarakat, khususnya di wilayah Flores dan Lembata. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan pendidikan di daerah.**ProkompimPemKabLembata**

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *