Curah hujan lebat beberapa hari ini di kabupaten Lembata mengakibatkan 12 rumah terendam banjir di Desa Watokobu Kecamatan Nubatukan tepatnya Hari selasa Pkl: 16.00-21.00, 10/03/2026.
Informasi yang dihimpun media,
Hujan lebat ini mengakibatkan luapan banjir yang meluap deras ke arah perkampungan hingga masuk ke rumah warga di desa Watokobu Kabupaten Lembata NTT.
Berikut rumah-rumah warga yang terendam banjir;
1. Petrus Beda Kerong
2.Aloysius L Lerek
3.Matheus Boli Lerek
4.Kosmas Suban
5.Gerardus Bala Wolor
6.Imanuel Tapun
7.Maria M Kleden
8.Petrus Lewo Uran
9.Darius Lisu
10.Fransiska Simo
11.Bernadete T Lerek
12.Lodovikus K Lamakur.
Tim Asesmen Sandy Mandala bersama Rinto kepada media menyampaikan 12 rumah yang terendam banjir ini pihak pemerintahan desa Watobuku telah melakukan gotong royong membuka jalur air agar dapat meminimalisir terjadinya genangan di setiap rumah-rumah warga desa Watokobu.
Warga desa Watokobu Usto Wutun menyampaikan, saat hujan lebat banjir mulai merendam rumah warga sejak sore hari. Air yang meluap masuk ke dalam rumah mencapai ketinggian setinggi lutut orang dewasa.
“Air masuk ke rumah-rumah warga hingga setinggi lutut orang dewasa. Ini terjadi karena drainase di sepanjang jalan kemiringannya tidak pas sehingga air tidak mengalir lancar dan tersumbat di drainase dan menyebabkan banjir meluap ke rumah warga,” jelasnya.
Ia menjelaskan, kondisi ini bukan baru pertama kali terjadi. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun, kawasan tersebut hampir selalu mengalami banjir.
“Ini sudah sering terjadi setiap tahun kalau hujan lebat.
Warga menduga persoalan banjir tersebut dipicu oleh pekerjaan jalan yang berdekatan dengan drainase yang kurang pengawasan. Akibatnya, lantai drainase membentuk cekungan di bagian tengah sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik.
“Lantai drainase seperti membentuk lembah di tengahnya sehingga air tertahan mengalir genangi rumah warga.”
Kendati di tengah genangan banjir, warga setempat tidak tinggal diam. Pada Selasa sore hingga malam hari, masyarakat bergotong royong mengevakuasi sejumlah barang berharga dari dalam rumah yang terendam banjir, serta membersihkan saluran air agar banjir tidak semakin meluas.
Warga desa Watokobu berharap pemerintah setempat dapat segera meninjau kembali kondisi drainase di wilayah tersebut agar persoalan banjir yang terus menerus berulang setiap musim hujan dapat diatasi secara permanen.***