Pawai Ta’aruf Ramadhan 1447 H, Wabup Nasir Tekankan Spirit Kebersamaan dan Layanan Publik

Pawai Ta’aruf merupakan salah satu rangkaian kegiatan religi untuk menyambut Ramadhan. Kegiatan ini adalah tradisi syiar Islam di Indonesia yang dilakukan dengan berjalan bersama (pawai) untuk mengekspresikan kegembiraan dan kesiapan hati menyambut bulan suci dan Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi (ukhuwah) dan mengingatkan masyarakat akan datangnya bulan puasa. 

Wakil Bupati Lembata H. Muhammad Nasir mengikuti Pawai Ta’aruf menyongsong Bulan Ramadhan pada Selasa pagi, 17 Februari 2026.

Pawai Ta’aruf ini dimulai sejak pukul 06.00 hingga 08.50 Wita dari titik star Masjid YAMP Nurul Salam Wangatoa dan berakhir di Masjid Agung Al-Ikhlas Rayuan Kelapa, Lewoleba, sekitar ratusan warga yang terlibat dalam jalan santai bernuansa religius.

Pawai Ta’aruf tersebut menjadi pembuka rangkaian doa bersama menyambut Ramadhan.

Ketua Badan Pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas, Latif Paokuma, menekankan pentingnya menjaga ukhuwah dan ketertiban sosial selama bulan ibadah.

Suasana berlangsung tertib penuh hikmat, dengan pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional di sepanjang rute pawai.

Sebagai tokoh agama, Wakil Bupati H. Muhammad Nasir menyampaikan pesan keagamaan yang menyoroti makna Ramadhan sebagai momentum untuk mempererat solidaritas sosial, disiplin pribadi, serta kepekaan terhadap kelompok rentan.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Ramadhan semestinya diterjemahkan ke dalam praktik pelayanan publik yang lebih empatik dan responsif, bukan sekadar seremoni tahunan.

Rangkaian doa kemudian dipimpin Imam Masjid Agung Al-Ikhlas Rayuan Kelapa, H. Tahir, dilanjutkan hiburan qasidah oleh ibu-ibu Majelis Taklim.

Di sela kegiatan keagamaan, panitia menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh tim Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Lewoleba, langkah untuk memupuk semangat Ramadhan sekaligus memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat.

Kegiatan ini mencerminkan pola kolaborasi antara pemerintah daerah, pengurus masjid, dan komunitas warga dalam menyatukan agenda spiritual dengan pelayanan sosial.

Sejumlah warga umat Muslim Muslimat yang hadir berharap, agar kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum Ramadhan semata, melainkan berlanjut dalam program-program konkret yang menyentuh kebutuhan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sepanjang tahun.**ProkompimPemKabLembata**

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *