Dari Ladang Paubokol, Harapan Itu Tumbuh: Kelompok Tani Peduli Panen Jagung Bersama Bupati Lembata

Penanaman jagung hibrida merupakan salah satu cara utama untuk meningkatkan hasil pertanian jagung di Indonesia karena keunggulannya dalam produktivitas, kali ini masyarakat desa Paubokol Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur melakukan Panen perdana. Tentu ini menjadi momen bersejarah bagi Kelompok Tani Peduli Paubokol.

Pada prosesi panen perdana ini di warnai suasana penuh nada syukur. Hasil kerja keras para kelompok Tani Peduli ini memiliki tekad dan semangat untuk membangun Desa Paubokol, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata. Tampak Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq juga hadir mengikuti panen perdana jagung hibrida bersama para masyarakat kelompok tani dan dilanjutkan dengan penanaman perdana kopi Columbia bersama Kelompok Tani Peduli Paubokol. 12/02/2026.

Kedatangan Bupati beserta rombongan disambut hangat oleh Kepala Desa Paubokol, aparat desa, serta masyarakat setempat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kepala Cabang Bank NTT, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Badan Kesbangpol, Kasat Pol PP, Plt. Camat Nubatukan, serta unsur terkait lainnya.

Panen perdana ini menjadi momen bersejarah bagi Kelompok Tani Peduli Paubokol. Ketua Kelompok, Lazarus Teka Udak, menjelaskan bahwa kelompok tersebut berdiri pada 15 November 2023 dan disahkan secara resmi pada 5 Desember 2025. Saat ini, kelompok beranggotakan 32 petani aktif yang seluruhnya merupakan warga Desa Paubokol.

“Hari ini kami merasakan sesuatu yang luar biasa. Atas nama Kelompok Tani Peduli Paubokol dan masyarakat Desa Paubokol, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas perhatian dan dukungan pemerintah,” ungkap Lazarus.

Ia menambahkan, berdirinya kelompok ini dilatarbelakangi oleh potensi lahan pertanian dan perkebunan Desa Paubokol yang luas dan subur. Kelompok ini memiliki tujuan dan motivasi kuat untuk mendukung Program Pemerintah Kabupaten Lembata, yakni Nelayan-Tani-Ternak (NTT), dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Dalam panen perdana tersebut, jagung dipanen dari lahan seluas kurang lebih 1,5 hektar milik salah satu anggota kelompok, dengan hasil sekitar 1 ton jagung glondongan. Jagung hibrida yang ditanam memiliki masa panen sekitar tiga bulan dan diperuntukkan bagi kebutuhan pakan serta berbagai keperluan lainnya.

Bupati Petrus Kanisius Tuaq turut turun langsung dalam proses panen bersama para petani. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar panen simbolis, melainkan sebagai wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.

“Panen hari ini adalah bentuk syukur atas kelimpahan dan kemurahan Tuhan bagi masyarakat. Kehadiran saya bukan hanya seremonial, tetapi bagian dari kerja nyata sesuai visi dan misi pembangunan Kabupaten Lembata,” tegas Bupati.

Ia juga berharap para penyuluh pertanian yang ditugaskan di wilayah tersebut dapat bekerja optimal dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat Desa Paubokol. Selain itu, pemerintah daerah akan berupaya membantu petani dalam distribusi dan pemasaran hasil panen, termasuk mencarikan calon pembeli agar jagung hibrida yang diproduksi dapat terserap ke pasar dengan baik.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan panen, tetapi juga menandai langkah awal pengembangan komoditas unggulan desa, termasuk kopi Columbia yang mulai ditanam sebagai potensi perkebunan bernilai ekonomi tinggi.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan pemerintah, Kelompok Tani Peduli Paubokol optimistis terus bertumbuh menjadi kekuatan baru dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Lembata.**ProkompimPemKabLembata**

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *