Audiensi ini menjadi wadah dialog antara pemerintah daerah dan komunitas relawan yang bergerak di bidang kebencanaan, lingkungan, perubahan iklim, dan kemanusiaan.
Forum Pengurangan Resiko Bencana Kabupaten Lembata, forum ini berfokus pada upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana serta peningkatan kesadaran masyarakat, dengan keanggotaan sekitar 161 kelompok organisasi dan relawan komunitas yang telah terbentuk sejak tahun 1999. Kegiatan audiensi berlangsung di ruang rapat Bupati beberapa hari lalu.
Dalam audiensi tersebut, jajaran pengurus dan anggota FPRB menyoroti berbagai permasalahan yang terjadi di Kabupaten Lembata berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan.
Adapun sejumlah isu strategis yang disoroti antara lain; kelangkaan bahan bakar minyak dan minyak tanah yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, khususnya kaum perempuan, serta persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan serius akibat rendahnya kesadaran masyarakat dan praktik pengelolaan yang belum sesuai.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan komitmen FPRB dalam mengawal isu-isu pembangunan dan kebencanaan di daerah.
Bupati Kanis menegaskan, Pemerintah daerah akan terus berupaya mencari solusi atas permasalahan yang ada, termasuk dengan menyurati dan melakukan pertemuan dengan pihak terkait mengenai keterbatasan kuota BBM serta mengupayakan penambahan sarana transportasi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Audiensi ditutup dengan penyerahan dokumen kajian FPRB kepada Bupati Lembata sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dalam mendorong kebijakan berbasis data dan kajian.**ProkompimPemKabLembata**