Kabupaten Lembata kini memiliki ujung tombak baru dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Tuberculosis (TBC) di kalangan remaja.
Amelia Leumara, siswi berprestasi dari SMA Frateran Don Bosco Lewoleba, secara resmi dinobatkan sebagai Duta TB Remaja pada 12 November 2025 oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata.
Penobatan ini bertepatan dengan puncak perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN). Penobatan terhadap Duta TB merupakan komitmen serius terhadap Amal, untuk menggerakkan kesadaran dan aksi nyata di komunitasnya, sekaligus komitmen kuat dari Dinas Kesehatan untuk penanggulangan TBC di Lembata menuju eliminasi zero TBC Nasional 2030.
Amel terpilih karena dedikasi dan kepeduliannya terhadap isu TBC yang telah lama terbukti. Ia aktif mengedukasi rekan-rekan sebaya di sekolah, memberikan konseling, bahkan secara langsung membantu pendampingan pengobatan bagi beberapa teman yang terdiagnosa TBC.
Aksi inspiratif ini menjadikannya teladan bagi generasi muda lain untuk turut berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas TBC.
Acara pengukuhan berlangsung di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata ini, dilakukan oleh Kadis Kesehatan dr. Goerillya Huar Noning, yang diwakili oleh Sekretaris Dinkes dr. Bernardus Yosep Beda.
Turut hadir dalam acara pengukuhan, pejabat dan para staf Dinas Kesehatan serta guru pendamping Amel, untuk memberi dukungan institusional penuh terhadap peran baru Amel dan inisiatif yang akan dipeloporinya.
Sebagai Duta TB Remaja, tentu Amel akan mengemban tugas penting dalam serangkaian program pencegahan TBC yang berfokus pada edukasi dan deteksi dini di sekolah dan komunitas.
Program-program ini mencakup Edukasi Sebaya (Peer Education) melalui penyuluhan langsung dan media sosial, Sosialisasi ‘SIGAP TB’ untuk meningkatkan kesadaran, serta Deteksi Dini dan Skrining untuk mendorong pemeriksaan bagi remaja dengan gejala batuk berkepanjangan.
Amel juga akan mengkampanyekan Peningkatan Kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memberikan Dukungan Pengobatan Pasien TBC agar patuh minum obat, dan menjalin Kolaborasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk mengintegrasikan program lokal dengan program TBC nasional.
Peran Amel diharapkan dapat memutus rantai penularan TBC dan mencegah resistensi obat.
Untuk memperkuat upaya ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata akan mengimplementasikan program ‘Sekolah Peduli TBC’ di seluruh sekolah, selaras dengan Pedoman Kementerian Kesehatan RI.
Program ini bertujuan membentuk tim sekolah yang proaktif dalam pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan TBC, dengan target eliminasi TBC nasional pada 2030.
Kolaborasi multi-pihak, termasuk puskesmas dan tim koordinasi pencegahan penyakit menular, akan menjadi kunci sukses.
Sementara implementasi di sekolah akan mencakup pembentukan tim sekolah peduli TBC yang melibatkan guru/guru UKS, siswa, dan orang tua, serta sosialisasi rutin dan penyuluhan tentang gejala, penularan, dan terapi pencegahan TBC (TPT).
Tak hanya itu, deteksi dini berbasis risiko menggunakan kuesioner dan pemeriksaan dasar juga akan terus dilakukan.
Sebagai informasi, sebuah program skrining telah dilaksanakan di SMAS Frater Don Bosco Lewoleba pada 8 November 2025 sebagai langkah awal. Ke depannya, program ini akan menyasar sekolah-sekolah lainnya di Lembata.
Kabar baik juga datang dari Timur. Desa Aulesa di Kecamatan Ile Ape Timur menjadi satu-satunya desa di NTT yg bebas TB, dan mendapat piagam penghargaan dari Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq saat perayaan puncak HUT ke-26 Kabupaten Lembata pada 12 Oktober 2025.
Langkah berani dan inspiratif Amel dalam memerangi TBC di kalangan remaja patut diteladani dan telah menuai banyak apresiasi dari berbagai kalangan.
Masyarakat tentu berharap Amel terus menjadi ‘obor’ penerang, memotivasi teman-teman dan saudara-saudaranya untuk peduli kesehatan dan aktif dalam penanggulangan TBC.
Penunjukkan ini diharapkan agar dapat mempercepat deteksi dini dan pengobatan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan pernapasan di Lembata.**prokompimkablembata**