Jagung titi Baleo merupakan Produk lokal yang tak hanya memikat lidah, tetapi juga menjadi simbol ketahanan pangan dan kebangkitan ekonomi masyarakat kabupaten Lembata.
Terhitung Sejak produk jagung titi Baleo ini dipasarkan banyak Permintaan yang terus melonjak, hingga kurang lebih seribu bungkus terjual dalam sebulan, hal ini membuktikan bahwa Jagung titi Baleo ini memiliki daya tarik dan ciri khas tersendiri yang tak lekang oleh waktu.
Produk jagung titi Baleo ini merupakan hasil olahan para mama-mama Lembata. Mereka dengan cekatan mengelola dengan Cara titi dari Tangan yang tealten hingga dikemas untuk siap di pasok, bahkan menariknya jagung titi Baleo ini Ema ema Lembata memilih jagung yang berkualitas hingga proses produksi yang higienis.
Jagung Titi Baleo ini berkat kerjasama dan dukungan dari tim penggerak PKK di berbagai tingkatan yang menjadi kunci keberlanjutan produksi jagung titi Baleo. Mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan,hingga desa. Begitu juga Dinas P2PA dan Koperindag juga terus memberikan bimbingan dan pendampingan berkelanjutan. Kolaborasi ini untuk memastikan pasokan jagung titi Baleo tetap terjaga, aman di pasaran dan memiliki nilai jual.
Jagung titi Baleo tak hanya dipasarkan di dalam negeri namun Camilan khas ini telah menembus pasar internasional, seperti Hongkong dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, jagung titi Baleo dapat ditemukan di berbagai destinasi wisata dan pusat oleh-oleh, mulai dari Labuan Bajo, Kupang, hingga Pulau Jawa.
Pemerintah Daerah kabupaten Lembata akan terus berupaya memperluas jangkauan pasar jagung titi Baleo melalui kerjasama strategis dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah kemitraan dengan pihak Pelni Mart, yang menyediakan ruang khusus di kapal Pelni untuk memasarkan produk ini kepada para penumpang.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, bersama perwakilan Pelni, meresmikan penjualan perdana jagung titi Baleo di atas KM Bukit Siguntang. Jagung Titi Baleo ini Sebanyak 60 bungkus yang disiapkan sebagai langkah awal dalam menjangkau pasar yang lebih luas.
Bupati Kanis Tuaq menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. Ia berharap, jagung titi Baleo dapat menjadi pintu gerbang bagi produk-produk lokal Lembata lainnya untuk dikenal di kancah nasional maupun internasional.
“Ini adalah simbol ketahanan pangan dan kebangkitan ekonomi Lembata. Ini merupakan bukti nyata produk lokal kita yang mampu bersaing dan memiliki daya tarik yang luar biasa. Mari kita terus dukung jagung titi Baleo dan produk-produk unggulan Lembata lainnya,” ajak Bupati dengan penuh optimis.
Kapten Kapal Bukit Siguntang Drajat Dwi Suseno menyambut baik kerjasama ini. Ia berharap, kehadiran jagung titi Baleo di kapal Pelni dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Lembata.
Ia juga membuka peluang bagi produk-produk UMKM lainnya untuk turut dipasarkan di kapal Pelni seperti ikan asin, kacang tanah khas dapur alam Atadei dan kacang tanah Ile Ape yang memiliki citarasa yang unik.
Terkait masalah rasa dan keinginan pasar, Nakhoda Drajat Suseno memberikan masukan selain original, perlu adanya varian rasa untuk jagung titi Baleo, seperti asin, manis, dan pedas. Dan ini adalah strategi pemasaran untuk menarik simpati dan minat konsumen terhadap produk yang kita ditawarkan,”ungkap Drajat Suseno.
Dengan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, jagung titi Baleo ini bukan hanya sekedar camilan, tetapi juga simbol harapan dan kemajuan bagi masyarakat Lembata. Mari kita dukung terus produk lokal Indonesia, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.