Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lembata menggelar kegiatan Pasar Murah Bersubsidi selama dua hari, terhitung dari tanggal 17–18 September 2025, yang dipusatkan di Pasar Lamahora, Lewoleba Lembata.
Kegiatan pasar murah ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus menanggulangi persoalan kemiskinan yang masih menjadi tantangan di NTT, termasuk Kabupaten Lembata. Program tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Pemerintah Provinsi NTT yang disalurkan lewat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lembata menjelaskan bahwa untuk kabupaten Lembata, pemerintah mengalokasikan sebanyak 1.000 paket sembako. Paket ini dibagikan secara merata di empat kelurahan, yaitu kelurahan Lewoleba Timur, Selandoro, Lewoleba, dan Lewoleba Barat, masing-masing sebanyak 250 paket. Dari semua data penerima bantuan dikumpulkan melalui pemerintah kelurahan, dengan harapan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya warga dengan kondisi ekonomi pas-pasan.
Hadir Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, sekaligus secara simbolis menyerahkan paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Bantuan ini harus dipergunakan sebaik-baiknya untuk keperluan. Pemerintah hadir melalui program pasar murah ini sebagai bentuk kepedulian agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan harga terjangkau,” ujar Bupati Kanisius.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma yang telah memberi perhatian terhadap masyarakat Kabupaten Lembata melalui pelaksanaan program pasar murah bersubsidi.
Usai menyerakan bantuan simbolis, Bupati Kanisius Tuaq menyapa masyarakat secara langsung, berfoto bersama saat masyarakat penerima manfaat, sekaligus meninjau kondisi Pasar Lamahora.
Dalam kunjungannya, Bupati juga berdialog dengan para pedagang untuk mendengarkan langsung berbagai aspirasi dan keluhan mereka, termasuk terkait kondisi bangunan pasar dan aktivitas jual beli sehari-hari.
Pasar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar karena di subsidi langsung oleh pemerintah.
Kiranya Melalui program ini, diharapkan masyarakat berpenghasilan rendah dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan hidup mereka, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memperkuat daya beli masyarakat Lembata.
Kegiatan pasar murah bersubsidi ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menekan angka kemiskinan, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi langsung antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Kehadiran Bupati yang turun langsung ke lapangan juga untuk menambah semangat warga sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah akan terus hadir mendengar dan merespon kebutuhan rakyatnya.