Lagi-lagi kasus pelecehan terhadap staf BRI unit Lewoleba, peristiwa naas dan bejat ini kini menimpah salah satu karyawati Bank BRI Unit Lewoleba atas nama LLW. Aksi bejat yang di lakukan kepala BRI unit Lewoleba inisial ATA terhadap korban LLW ini diperkirakan sekitar pukul 20-00 WITA,18/11/2024.
Atas kejadian tersebut Korban langsung menelpon keluarga untuk menyampaikan peristiwa naas yang menimpanya. Mendengar peristiwa yang disampaikan LLW, keluarga langsung mendatangi kantor BRI unit Lewoleba dan menanyakan keberadaan kepala BRI Unit Lewoleba.
Setibanya keluarga di kantor BRI unit Lewoleba tujuan keluarga hendak menemui kepala BRI unit Lewoleba, namun petugas security kantor Bank BRI unit Lewoleba mengarahkan keluarga untuk mengisi keterangan di buku tamu. Keluarga langsung menanyakan siapa nama kepala BRI itu, namun security enggan memberitahu keberadaan pelaku. Bahkan security tak mau menyebut nama kepala BRI.
Pihak keluarga pun langsung mengambil sikap untuk segera melaporkan pelaku ke pihak kepolisian Lembata atas peristiwa bejat yang dilakukan kepala BRI terhadap korban LLW.
Kepada media Korban mengisahkan bahwa saat itu dirinya sedang menjalani lembur di kantor. Sekitar pukul 20-00. korban LLW ke ruang kerja kepala bank tujuannya untuk menyerahkan laporan penyetoran kas keuangan. Di ruang kerja kepala Bank BRI Unit Lewoleba ini langsung melakukan aksi bejatnya dengan mengayunkan tangan hendak memegang kemaluan saya,” ungkap LLW
Saat itu saya langsung menghindar dan merasa harga dirinya dilecehkan. Saya langsung menangis dan menelpon bapaknya bahwa kepala BRI Unit Lewoleba telah melecehkan saya memegang alat fital sensitifnya saya.
Dalam keterangan korban kepada media LLW mengatakan bahwa perilaku yang tidak etis ini sering dilakukan Kepala BRI Unit lewoleba biasa pegang paha dan saya selalu mengatakan bahwa bapa main gila harus ada batasnya.
“Bos main gila jangan terlalu berlebihan, dan pelaku menjawab dengan nada ancaman, kalau tidak mau main gila begitu tidak usah kerja dengan saya.
Usai melaporkan peristiwa naas kepada orang tua korban langsung stater motor pulang ke keluarga dan saat itu kepala BRI unit Lewoleba ATA sempat melontarkan bahasa bahwa kamu mulai besok tidak usah masuk kerja lagi. Dan saya langsung menjawab iya bapa besok saya tidak akan masuk kerja lagi.”kata LLW
“ peristiwa yang saya alami ini, Sebagai perempuan saya merasa harga diri saya dilecehkan.
Sebelum pulang ke rumah korban LLW juga langsung mengambil barang bukti berupa rekaman CCTV milik kantor Unit BRI Lewoleba Kabupaten Lembata, NTT.
Kepala BRI Unit Lewoleba selaku Terlapor Berinisial ATA ini, kini telah di laporkan di Polres Lembata dengan Nomor laporan polisi : 141/11/2024/SPKT RES LEMBATA/POLDA NTT/TGL 18-11-2024.
Maksi Lelang Wayan Keluarga korban kepada media dengan tegas mengatakan Kami keluarga besar merasa tercoreng atas prilaku bejat tidak bermoral yang telah menimpah keponakan kami ini.
Pada kasus pelecehan ini, Maksi meminta agar pihak Polres Lembata untuk segera menindaklanjuti kejadian bejat tersebut.
Semua proses ini kami keluarga tentu sangat percaya kepada pihak polres Lembata untuk segera melakukan tindak keras terhadap pelaku sesuai hukum yang berlaku,”tegas Maksi
“proses ini harus segera diselesaikan secara hukum agar ada efek jera dan menjadi pelajaran untuk tidak terjadi lagi pada orang lain.,”tegas Maksi.
Untuk sementara pengembangan kasus ini pihak kepolisian masih mendalami keterangan korban dan dilanjutkan dengan tindakan Visum.