Ngamen Amal, Musisi Lembata Gandeng Lintas Komunitas Peduli Kasih Untuk Warga Erupsi Gunung Lewotobi

Para MUSISI, Pers, Pegiat Seni, SFC Lembata menggelar kegiatan peduli kasih kemanusiaan. Kegiatan amal ini guna membantu masyarakat yang tertimpa bencana erupsi Gunung  Lewotobi Laki-laki. Aksi peduli kasih ini dilaksanakan di kota Lewoleba kabupaten Lembata tepatnya di bilangan TPI depan Boge Mart, Jalan Trans Lembata. Terhitung  4 hari aksi kemanusian ini mendapat dukungan antusias dan kepedulian terhadap para korban erupsinya gunung Lewotobi Laki-laki. Aksi ngamen amal ini para musisi bersama komunitas mendapat donasi yang terkumpul sebanyak 27 juta. kini  donasi tersebut telah disalurkan kepada para  pengungsi bencana erupsi gunung api di Kabupaten Flores Timur, NTT beberapa hari yang lalu.

Informasi yang dihimpun media aksi kemanusiaan ini dilaksanakan oleh musisi lintas komunitas Lembata yang terjadi di pasar senja TPI Lewoleba di ruas jalan trans Lembata.

total donasi ini diberikan oleh masyarakat Lembata saat melintasi jalan trans Lembata itu secara ikhlas dan tulus untuk membantu meringankan beban sanak saudara kita yang tertimpa bencana erupsi Gunung api Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur sebesar Rp 27. 203.000,00.
Dance Keban Koordinator Lapangan Tim Musisi dan Lintas Komunitas Lembata menyampaikan, bahwa dari seluruh hasil donasi itu melalui kesepakatan bersama untuk dibelanjakan dalam bentuk barang-barang.
Terimakasih untukmu semua warga masyarakat Lembata yang telah memberikan kami kepercayaan dalam donasi ini, “ ungkap Dance.

Sementara itu, Rini Banguhari selaku bendahara Tim Musisi dan Lintas komunitas Lembata menjelaskan barang-barang yang dibelanjakan itu sesuai dengan data yang telah diterima oleh Tim.

Ia menerangkan “Ada 552 paket dengan 9 item diantaranya adalah Indomie, perlengkapan ibu hamil, pakaian layak pakai, air mineral, perlengkapan bayi dan balita, sayur-sayuran, Pampers, pakaian dalam untuk wanita dan pria dan beberapa paket barang lain yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, ini semua adalah uangnya masyarakat Lembata untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, “jelas Rini.

Toni Elam salah satu anggota Tim musisi dan Lintas komunitas Lembata menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepala Desa Klatanlo Kecamatan Wulanggitang untuk kita menyerahkan bantuan tersebut.

Toni Elam mengatakan, semua donasi bantuan yang kita dapat itu tujuannya sudah tersalurkan dengan baik dan langsung diterima oleh para pengungsi,”sebut Toni Elam.

“Bantuan yang diberikan ini, semuanya kita akan serahkan untuk masyarakat Lembata yang berada di pengungsian Desa Bokang dan Gerong, “ujar Toni.

Petrus Muda Kurang, Kepala Desa Klatanlo Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur kepada media menerangkan, warga Desa Klatanlo adalah warga yang terdampak paling parah karena ada 6 orang korban jiwa.

Dikatakannya, warga Desa Klatanlo hingga saat ini belum menerima bantuan secara merata sehingga dengan bantuan yang diberikan oleh Tim Musisi Lembata dan lintas Komunitas ini sangat membantu meringankan beban sanak saudara di desa Klatanlo.

“Terima Kasih atas kemurahan hati orang Lembata atas bantuan ini dan juga penghargaan diberikan kepada Musisi Lembata dan lintas komunitas yang sudah mengantarkan ke lokasi pengungsi di Desa Bokang dan Gerong, “kata Petrus Muda.

Tak hanya memberi bantuan, Tim ini  juga melakukan aksi Trauma Healing kepada anak-anak agar mengembalikan psikologi bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Toni Elam kepada masyarakat pengungsi mengatakan bahwa kehadiran tim Musisi dan Lintas Komunitas untuk menyapa, ina, ama, basudara semua, hari ini kami hanya bisa memberi bantuan saja. Tim Musisi Lembata dan lintas komunitas akan menghibur dan bersenda gurau bersama bapa mama semuanya di desa Klatanlo.

“kami hadir disini untuk memastikan bahwa ina ama semuanya baik-baik saja. Mudah-mudahan melalui sentuhan kasih dan kehadiran kami bersama ina ama semua dapat mengembalikan rasa trauma menjadi rasa bahagia. Karena duka Flotim juga menjadi duka Lembata,“ tutup Toni Elam dengan nada haru.

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *