Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Rapat ini digelar untuk menyikapi masalah sosial yang mencuat akhir-akhir ini di Kabupaten Lembata yakani kasus bunuh diri dan HIV AIDS.
Penjabat Bupati Lembata, Drs. Matheos Tan M.M dalam arahannya meminta semua pihak untuk memberi perhatian serius terhadap masalah bunuh diri dan HIV AIDS yang kian meningkat akhir-akhir ini di Kabupaten Lembata.
Kegiatan rapat komunikasi ini dilaksanakan bertempat di ruang rapat Bupati Lembata, forum rapat tersebut untuk menyikapi masalah sosial yang akhir -ahkir ini mencuat di daerah Kabupaten Lembata yakni kasus bunuh diri dan HIV AIDS.
Lebih lanjut lahi Penjabat Bupati Lembata, Drs. Matheos Tan M.M meminta kepada semua pihak untuk memberi perhatian serius untuk masalah bunuh diri dan HIV AIDS yang kian meningkat di daerah kabupaten Lembata.
Matheos Tan meminta agar semua pemuka agama yang hadir dapat bekerjasama membantu sehingga anak-anak di Kabupaten Lembata tidak menjadi gampang putus asa dan hilang harapan dalam hidupnya.
Terkait HIV AIDS, Pj Bupati Lembata mengatakan bahwa selama ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya bersama toko agama dan toko masyarakat, namun hal ini kedepan harus dilakukan lebih dalam, lebih serius lagi. Yang jelas Pemda melalui Camat dan Lurah sementara sedang bekerja menekan potensi penyebaran penyakit menular ini termasuk mendata kos kosan anak SMA dalam kota Lewoleba, ungkap Matheos Tan.
Untuk diketahui, telah terjadi lima kasus bunuh diri yang terjadi di Lembata sejak bulan November 2023 sampai dengan Januari 2024. Sementara ada satu kasus bunuh diri yang menimpa anak Lembata yang terjadi di Maumere baru-baru ini. untuk HIV AIDS, jumlah masyarakat yang tertular tercatat 582 orang.”beber Matheos Tan Pj Bupati Lembata
Selain membahas kasus bunuh diri dan HIV AIDS, rapat Forkopimda dan FKUB juga membahas terkait masalah BBM, antispasi cuaca ekstrim dan erupsi gunung Ile Lewotolok.