Penjabat Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi mendeklarasikan Desa Neleblolong menjadi Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
Penjabat Bupati Doris Rihi dalam sambutanya menyampaikan terimah kasih kepada masyarakat Desa Neleblolong yang telah mempersiapkan desanya untuk menjadi desa STBM.
Doris berharap aktivitas masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungannya tidak hanya berakhir dengan pendeklarasian saja, namun harus terus dijaga agar masyarakat tidak terkena dampak penyakit yang membahayakan.
“Untuk Desa Neleblolong, sekali lagi saya ucapkan terimakasih, karena hari ini STBM dapat dideklarasikan. Saya hanya mau ingatkan kita semua, STBM tidak hanya sekedar kita deklarasikan hari ini,”kata Doris Rihi
STBM harus berkelanjutan terutama dalam menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. Dan hal ini merupakan wujud tanggung jawab masyarakat Desa Neleblolong untuk berpartisipasi terlibat langsung dalam pembangunan,”ujar Doris
Lebih lanjut Doris mengatakan bahwa secara filosofi dasar pemikiran pendahulu kita dalam membentuk pemerintahan, bertujuan untuk mensejahterakan semua masyarakat.
“Inilah pemerintah Kabupaten Flores Timur, Semua kita harus memahami bahwa adanya pemerintah untuk menysejahterakan kita semua. Kita menyadari, awalnya kita hidup dalam kelompok-kelompok, untuk bersepakat membentuk pemerintahan. Karena kita percaya bentuk pemerintah untuk menjamin keamanan dan menjawab semua kebutuhan kita bersama,”kata Penjabat Bupati Doris Rihi.
Menurut Doris pemerintah selama ini telah berusaha agar pembangunan terus berjalan. Dan pemerintah juga tidak bisa berjalan sendirian untuk menjawabi kebutuhan masyarakat tersebut. Akan tetapi masyarakat pun harus bisa berpartisipasi aktif untuk bersama pemerintah menjawab semua kebutuhan itu. Ada banyak kebutuhan untuk Kabupaten Flores Timur, terkait pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, gedung dan air,”sebut Doris Rihi
Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah mengusulkan kebutuhan anggaran untuk infrastruktur jalan kepada Pemerintah Pusat melalui Menteri Pekerjaan Umum RI senilai 954 miliar. Kebutuhan infrastruktur jalan di Flores Timur ini sangat besar namun hal tidak didukung dengan kemampuan keuangan dan sumberdaya yang ada. Maka untuk menjawabi itu dibutuhkan kolaborasi melalui dana desa, APBD, Kabupaten dan Propinsi serta dana dari Pemerintah Pusat untuk membangun daerah ini.
Dikatakannya, semua usulan yang disampaikan melalui Musrenbang akan dilihat berdasarkan prioritas kebutuhan. Karenanya diharapkan dukungan dari pemerintah Kecamatan dan Desa serta seluruh masyarakat untuk tidak menghambat pembangunan yang dikerjakan, seperti pemasangan pipa air minum yang melewati halaman dan lahan pertanian milik masyarakat sendiri. Pemerintah Kabupaten Flores Timur akan terus mengajukan usulan untuk mendapatkan Anggaran Jalan Usaha Tani (JUT) melalui Kementerian Pertanian RI pada anggaran perubahan tahun 2023.
Demikian juga sumur bor serta penerangan listrik dan infrastruktur struktur jalan. Semuanya akan dibangun secara bertahap,” terang penjabat Bupati Flotim. (Gusty/Chelle).