Kapolres Lembata AKBP Dr. Josephine Vivick Tjangkung, S.Sos., M.Ikom terus memberi efek kejut bagi masyarakat Lembata. Kemarin malam sekitar Pkl. 23.00 Wita atau jam sebelas malam bersama tim dari Polres melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pelabuhan laut Lewoleba, 19/04/2023
Sidak di pelabuhan ini, dilakukan dalam rangka pengawasan dan pengendalian BBM di Kabupaten Lembata, yang kerap kali fluktuatif persoalannya dan sering dicurigai menjadi salah satu pintu masuk mafia BBM di Lembata.
AKBP Vivick Tjangkung saat dilokasi pemantauan memberikan pernyataan bahwa sidak ini bukan sesuatu yang luar biasa. Ini hanya lebih pada tindakan preventif guna pengamanan stok BBM.
Vivick Tjangkung menjelaskan, ini hanya pengecekan untuk memastikan keamanan dan ketersediaan pasokan BBM dari Pertamina Patra Niaga Depot Maumere, Flores ke Lembata berjalan sesuai dokumen kapal dan juga tiba di tangki benam SPBU secara aman.
Usai memantau proses pembongkaran BBM bersama Penjabat Bupati Marsianus Jawa, Vivick lanjut perintahkan Kepala Satuan Intelkam Polres Lembata, Ipda Yonathan Palinggi melakukan pengawalan mobil tangki menuju SPBU Balauring, Kecamatan Omesuri.
Menurut Vivick Tjangkung Kapolres Lembata, Langkah ini dilakukan untuk memastikan suplai BBM tiba di tempat dengan aman dan tidak terjadi penyelewengan saat pendistribusian. Ia berharap langkah preventif yang diambilnya ini dapat membatu mengurai persoalan yang kerap kali dikeluhkan masyarakat Lembata.
Hadir dalam Pelaksanaan sidak, penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa bersama Kasat Reskrim, I Wayan Pasek Sujana, Kepala Satuan Intelkam Polres Lembata Ipda Yonathan Palinggi, Plt. Kadis Perhubungan, Apol Mayan dan juga Camat Nubatukan, Yosep Dionisius Ola.
Salah satu warga yang tidak menyebutkan namanya juga turut menyaksikan sidak mengatakan, sidak kali ini kendati tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan dalam operasi ini, namun masyarakat Lembata percaya bahwa selama ini ada oknum mafia BBM yang masih bermain di lahan basa ini. Entah itu politisi, oknum keamanan ataupun pihak lain. Masyarakat Lembata sangat yakin kalau selama ini pasti ada mafia. Hanya saja, gerakan mafia ini terlalu pandai untuk bermetamorfosa seperti bunglon.
Dengan melihat sepak terjang AKBP Vivick Tjangkung begitu tegas dan responsif ini, maka demi pengamanan diri dan menunggu situasi kembali tenang, pelaku-pelaku mafia BBM ini akan terus berupaya tidak keluar.
“Saya yakin apabila kondisi kembali normal, para mafia BBM ini pasti kembali beroperasi. Hal ini sudah menjadi rahasia umum di masyarakat Lembata, ujarnya
“Saya rasa pola kerja seperti ini perlu ditingkatkan untuk efek kejut kepada mereka. Dan siapapun warga yang mengetahui permainan oknum mafia BBM itu, kalau ada bukti segera dilaporkan agar ditindak secara hukum. Karena dengan kehadiran ibu Kapolres baru ini, kita cukup memiliki satu alat bukti, laporan saja maka pasti akan ditindaklanjuti
Pada kegiatan sidak ini, selain melihat proses pembongkaran BBM dari drum ke mobil tangki, Kapolres bersama penjabat Bupati dan timnya juga sempat mengecek dokumen perjalan kapal dari Larantuka menuju Lewoleba.
Dari hasil pemeriksaan sesaat, diperoleh informasi dan gambaran khusus menyangkut jenis BBM yang diangkut dengan besaran volumenya. Pada dokumen Surat Pengantar Pengiriman, tertera nama kapal, tujuan Lewoleba dengan masing-masing agen penerima, yakni pertama, PT Hikam dengan tujuan SPBU Lamahora, Kecamatan Nubatukan. Jenis produksi, Kerosine atau Minyak Tanah, Biosolar B35 dan Pertamax.
Kedua, PT. Perusahaan Listrik Negara, dengan tujuan PLTD Lamahora, Kecamatan Ile Ape. Jenis produksi, Biosolar B35. Ketiga, PT. Satu Lembata Development, tujuan SPBU Balauring, Kecamatan Omesuri. Jenis produksi, Biosolar B35 dan Pertamax.
Adapun kapal pengangkut, KM Lembata Jaya, dengan volume muatan: Pertamax 15 KL, Biosolar 5 KL, Kerosine atau Minyak Tanah 10 KL. Sehingga total BBM yang diangkut KM Lembata Jaya sebanyak 30 KL. Sementara manifest pada KM Trans Floreti 3, volume muatan: Solar 37 ton dan Pertamax 5 ton.
Penjabat Bupati Lembata ketika menyaksikan proses bongkar muat BBM, sempat melihat ada perbedaan antara minyak bersegel dan tidak bersegel. BBM Solar miliar PT PLN yang di tangki, terlihat bersegel, sementara BBM untuk SPBU menggunakan drum tidak disegel. Ini menimbulkan kecurigaan dan menuai tanya, ada apa sebenarnya. Terhadap hal ini,
Orang nomor satu di Lembata ini, kemudian berujar bahwa hal seperti ini tidak benar. Seharusnya semua bersegel. Entah itu menggunakan drum ataupun tangki, entah itu minyak milik PLN ataupun APMS seharusnya bersegel. Kalau seperti ini keadaannya, akan menimbulkan kecurigaan di masyarakat.
“Ini ruang yang akan dipakai para Oknum sehingga mereka dengan mudah bermain pada produksi BBM yang tidak disegel dan gampang dibuka. Kasihan masyarakat, bila terjadi kebocoran karena ulah mafia BBM. Ujung-ujungnya masyarakat kecil yang menjadi korban. Lihat saja, kenyataannya masyarakat menderita selama bertahun-tahun.
“Berarti ada sesuatu di sini. Kenapa PLN mau disegel, karena dia meyakini kalau disegel dia pasti aman,” ungkap Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa
Dikatakanya bahwa ada sesuatu yang terjadi selama bertahun-tahun disini. Dengan melihat kejanggalan ini, saya sangat yakin pasti ada permainan BBM dari pihak-pihak tertentu sehingga persoalan dari tahun ke tahun tidak dapat terselesaikan (Gusty,Chelle/Prokompim Setda Lembata)