KUPANG, Aktualita-ntt.com. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kembali mengkritik model pendidikan di NTT. Selama ini dunia pendidikan NTT tenggelam dalam rutinitas pendidikan yang fokus masalah ouputnya baru dilakukan pada level SMA. Sebuah metode yang keliru dengan dampak pada mundurnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia NTT. Di mana SDM anak-anak NTT akhirnya terlambat dibenahi untuk memasuki dunia kerja dan industri karena baru dilakukan saat usia SMA.

Untuk itu, Gubernur Viktor meminta dinas terkait agar mengubah desain Pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Yaitu desain baru yang mampu menghasilkan SDM yang mampu bersaing pada level pendidikan yang lebih tinggi.
“Kita harus membangun sistem pendidikan yang menghasilkan ouput yang berguna di masyarakat. Yaitu manusia berpengetahuan baik dan kritis, berkelakuan baik serta terampil sehingga bisa melakukan pekerjaan secara baik nantinya,” ungkap Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menerima Kepala SMP Negeri 6 Nekamese Kabupaten Kupang di Ruang Kerja Gubernur NTT, Selasa 11/08/2020. Tetapi tidak dengan cara lama. Desainnya harus diganti. Di mana fokus menghasilkan output yang baik harus dimulai sejak bangku SMP.


Dari siaran pers yang dirilis Pers Biro Humas Provinsi, dalam pertemuan tersebut, Gubernur VBL meminta agar desain pendidikan di NTT harus fokus pada output sejak SMP. Menurut Gubernur, sekian lama yang terjadi di NTT ini terbalik. Fokus untuk menghasilkan output yang baik justru baru dimulai pada jenjang pendidikan SMA. Inilah kekeliruan yang harus segera diganti. Yaitu harus ada desain pendidikan baru yang fokus pada output sejak level SMP. “Kedepannya sistem ini harus dibalik. Dari tingkat TK sampai SMP akan diisi dengan pengetahuan yang baik dari tenaga pengajar yang hebat Agar ketika tamat SMP, siswa sudah mampu untuk menentukan pada bidang apa dia harus tekuni,” jelas Gubernur VBL.

Selain itu, variabel pendidik atau guru juga sangat menentukan. Untuk itu menurut orang nomor satu di NTT ini, untuk menghasilkan output yang baik, dibutuhkan tenaga pendidik yang disiplin, pintar, berkarakter serta berkualitas baik. Hal ini harus dimulai dari tingkat pendidikan paling bawah.

Selanjutnya Gubernur Viktor memberikan apresiasi terhadap kegiatan literasi yang dikembangkan SMPN 6 Nekamese. Hingga bisa hasilkan beberapa tulisan buku hasil karya para murid dan guru SMP Negeri 6 Nekamese yang akan diluncurkan pada peringatan HUT SMP Negeri 6 Nekamese ke-9 pada 15 Agustus 2020 mendatang.

Menurut Gubernur, pendidikan sekarang ini sudah inklusif, semua orang dapat mengakses apa saja secara gampang, termasuk ilmu pengetahuan. Oleh karena itu guru dituntut untuk terus meningkatkan pengetahuan agar mampu menjelaskan secara detail dan rasional setiap pertanyaan yang disampaikan para murid.

“Mendidik siswa/murid bukan untuk tahu saja (know) tetapi bagaimana mereka memahami atau mengerti (understand) sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kompetensi murid didiknya”, kata VBL.

Mantan Anggota DPR RI ini mengatakan bahwa kunci dari berhasil tidaknya pendidikan berada di tangan seorang pemimpin. Jika pemimpinnya lemah, maka semuanya tidak akan berhasil. Secara politik, biasanya seorang pemimpin lebih tertarik untuk membangun fisik, karena dampaknya akan langsung kelihatan. Dibandingkan dengan membangun Sumber Daya Manusia yang kelihatan manfaatnya setelah 25 tahun.

Putra Asli Semau itu selanjutnya mengatakan, bicara pendidikan berarti bagaimana Imago Dei manusia tersebut, yakni Roh Allah yang ditempatkan ke dalam diri seseorang. Sebagai tenaga pendidik harus mampu menampilkan Roh Allah yang ada dalam diri kita, sehingga mampu menghasilkan murid-murid yang dapat menemukan kekuatan diri, dan juga identitas diri.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 6 Nekamese, Yulianti Pulungtana menyampaikan terimakasih atas perkenaan Gubenur NTT untuk beraudiensi. Pada kesempatan tersebut Yulianti menginformasikan buku-buku tahun 2020 yang akan diluncurkan saat HUT SMP Negeri 6 Nekamese nanti yaitu Pertama,Buku “Terimakasih untuk cintamu” oleh peserta didik; Kedua, Workshop Bersehati “Trik Jitu Membuat Penelitian Tindakan Kelas” oleh Yulianti Pulungtana; Ketiga, Hikmat Mengelola Konflik oleh Erykh Lisnahan.

Prestasi lain dari SMP Negeri 6 Nekamese Kabupaten Kupang adalah Juara 2 Penulisan dan Penuturan Sejarah Lokal Tingkat Kabupaten Kupang tahun 2018, juara 2 Penulisan Artikel tentang Guruku, Juara 1 dan 3 Penulisan dan Penuturan Sejarah Lokal Tingkat Kabupaten Kupang tahun 2019. Juga hasilkan 2 buku Antologi Puisi karya Guru.

Turut hadir dalam audiens tersebut Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pemerintahan dan Politik Imanuel Blegur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi, Kepala SMP Negeri 6 Nekamese Kabupaten Kupang Yulianti Pulungtana, Kasie Kurikulum Pendidikan Menengah Hans Bengu. (Tim*)

BAGIKAN