Kupang, Aktualita-ntt.com- Tragedi tenggelamnya kapal nelayan KM Kasih 25 di perairan Pukuafu Nusa Tenggara Timur, masih meninggalkan duka yang mendalam.

6 (enam) korban dari peristiwa itu, hingga saat ini belum ditemukan. 4 (empat) korban meninggal dan 19 orang selamat. Namun, Tim Search And Rescue (SAR) Kupang akhirnya menghentikan pencarian terhadap para korban tersebut, sejak Sabtu (11/7/2020).

Kepala SAR Kupang, Emi Frizer mengatakan, pencarian terhadap para korban yang hilang dari tragedi KM. Kasih 25 di perairan Pukuafu dihentikan.

Menurutnya, hal ini sesuai dengan standar pencairan korban berlaku selama 7 (tujuh) hari, dan berdasarkan hasil analisis dan koordinasi dengan pihak keluarga.

Namun, Tim SAR akan tetap memantau kondisi perairan. Jika ada tanda-tanda, maka sewaktu-waktu operasi SAR akan dibuka kembali.

Diberitakan sebelumnya, kapal nelayan KM. Kasih 25, melakukan pelayaran dari Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, menuju Pulau Rote pada Minggu (5/7) lalu. Dan memuat
29 penumpang, termasuk Anak Buah Kapal (ABK). Dalam pelayaran, kapal nelayan itu, diterpa gelombang sampai tenggelam.

Para korban yang dinyatakan selamat, yakni Frengky Liu (ABK), Yosan Lada (ABK), Faldo Lodo (ABK) Abiatar Doroh (ABK), Frid Doroh (ABK), Romi Nggause (ABK), Nando Nggause (ABK), Frengki Doroh (Nahkoda), Nimbrot Malole (Abk), Yos Poy (Abk), Man Doroh (Abk), Hes Mulik (Pen), Jefry Poy (Pen), Fredik Poy (Pen), Molan Bulan (Pen), Desru Seran (Pen), Neira Poy (Pen), Novi Poy (Pen), Anita Oan (Pen)

Dan korban yang meninggal dunia, Felycia Bulan (Pen), Janwar Safian Poy (Penumpang) Titinia Poy (Penumpang), Fone Fiktoria Hana Poy (Penumpang).

Sedangkan korban yang merupakan penumpang dan masih belum ditemukan, yakni dalam Elisabeth Poy, Stefania Bulan, Stevano Bulan, Jhon Mulik, Ardiyanto Poy, dan Mus Toudua.

(Gck)