Anggota DPRD Lembata, Yos Boli Muda dan warga Mingar larang lokasi pantai yang dirusak Pemda Lembata digunakan untuk kegiatan
Anggota DPRD Lembata, Yos Boli Muda dan warga Mingar larang lokasi pantai yang dirusak Pemda Lembata digunakan untuk kegiatan

Lembata, Aktualita-ntt.com- Pemerintah Kabupaten Lembata bersama Pemerintah Desa Pasir Putih, menebang ratusan pohon Pandan yang berada di pesisir pantai Mingar, sejak Jumat (3/7) hingga Sabtu (4/7).

Tindakan itu disesalkan Anggota DPRD Lembata, Yosef Boli Muda yang adalah anak kampung Mingar. Pembabatan pohon Pandan itu dilakukan untuk membuka areal wisata Voly Pantai.

“Saya sakit lihat ini semua. Pohon ini sudah ada sejak nenek moyang, sejak kita kecil yang lindungi pantai dan kita di kampung ini dari gelombang. Kenapa hanya karena kepentingan segelintir orang lalu korbankan pandan yang selama ini menahan abrasi,” ungkap Yos Boli Muda dengan sedih.

Anggota DPRD yang akrab disapa Yobom ini mengatakan, semua masyarakat mendukung semua program pariwisata dan tidak menolak. Tetapi bukan dengan cara merusak lingkungan, merusak alam. Apalagi membabat pohon pandan yang mengancam keberlangsungan lingkungan masyarakat adat Mingar.

Menurutnya, jika ingin membuka lapangan Volly Pantai masih ada tempat lain di sekitar yang bisa dimanfaatkan. Bukannya mengorbankan hamparan pandan yang selama ini menjaga keberlangsungan pantai Mingar.

“Kita dukung pariwisata 100 persen, bukan kita tolak. Tapi tidak boleh merusak alam. Seharusnya musyawarah dulu dengan masyarakat dan tokoh adat di kampung ini. Sehingga bisa memberikan masukan dan pertimbangan. Saya sakit sekali lihat ini semua. Saya ada di kampung ini, dipilih masyarakat untuk jaga ini kampung. Kenapa tidak bisa dikomunikasikan?” Ungkap Yobom.

Menurut Yobom, jika pohon Pandan ini dibabat habis, maka 10 tahun mendatang, bisa saja terjadi bencana. Terjadi abrasi dan itu dapat merusak lingkungan sekitar.

“Potong saya punya jari, kalau pohon Pandan ini dibabat habis, 10 tahun mendatang akan terjadi abrasi dan musibah lainnya. Sekolah dan kuburan akan habis disapu gelombang laut,” ungkap Yobom.

Katanya, pasir berwarna putih yang jadi kekhasan pantai Mingar bisa berubah jadi cokelat atau hitam karena ketiadaan tanaman pelindung. Pasalnya, fungsi Pandan itu salah satunya menjaga warna pasir agak tetap putih.

Sementara itu, Kepala Desa Pasir Putih Isidorus Pasin Sura mengatakan, penggusuran tanaman pandan itu dibuat untuk lapangan Volly Pantai. Dan lokasi itu masih bisa ditanami ulang dengan tanaman pandan atau tanaman lainnya.

“Ini kerja sama dengan kabupaten. Maunya pemkab buat wisata olahraga. Kita mau festival budaya tapi karena dari atas kita buatnya agak lain,” kata Iso.

Penggusuran tanaman pandan di Pesisir Pantai Mingar untuk membuka lapangan Volly Pantai ini ternyata belum mendapat restu tuan tanah Mingar dan tanpa ada musyawarah desa.

Tuan Tanah, Paulus Pati Kabelen mengaku kaget dengan aksi penggusuran itu. Menurutnya, pembukaan lapangan Volly Pantai tersebut, tanpa melakui kesepakatan bersama.

Seperti terlihat, lokasi pesisir yang rusak itu bisa mencapai 100 meter lebih hingga sampai ke halaman belakang SDK Mingar.
Kawasan yang selama ini elok ditutupi tanaman pandan itu kini sudah luas terbuka tanpa ada penahan gelombang alami.

Reporter: Chelle Kedang