Kunjungan Menkominfo di Kabupaten Flotim
Kunjungan Menkominfo di Kabupaten Flotim

Larantuka, Aktualita-ntt.com- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, menyampaikan, agar masyarakat tetap menjaga produktivitas di era new normal dan cara menghadapi atau memutus mata rantai Covid 19.

Hal ini disampaikan Johnny Plate saat meresmikan pemanfaatan akses internet di Puskesmas Wolo, Kecamatan Demon Pagong, kabupaten Flores Timur, Kamis (25/6) sore.

“Kita hidup dengan keadaan baru, kenormalan baru saat Covid 19, namun perlu tetap menjaga produktivitas,” kata Jhony Plate melanjutkan pesan Presiden Jokowi.

Jhony Plate mengatakan, Covid 19 tidak hanya membawa dampak negatif, tetapi di sisiain dengan adanya pandemi ini, ikut mendorong dan merangsang dunia, termasuk merangsang Indonesia.

Ransangan terhadap Indonesia, dilakukan melalui akselerasi transformasi digital. Dimana, jika sebelumnya melakukan interaksi secara fisik, tetapi saat ini interaksi itu mulai dilakukan dalam ruang digital.

“Syarat utama untuk melakukan interaksi digital adalah tersedianya infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi,”kata Jhonny Plate yang didampingi Wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi.

Selain itu, Jhony mengatakan, saat ini Bangsa Indonesia harus memperkuat para tenaga medis sebagai garda terdepan untuk memangkas dan memutus mata rantai Covid 19.

“Harus kita gunakan seluruh kekuatan kita, kekuatan unsur negara, pemerintah dan seluruh instrumen serta lembaga-lembaga negara, dunia pendidikan dan akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat dan komunitas, untuk mengambil bagian memutus mata rantai Covid19,” imbau Jhony Plate.

Lanjutnya, kekuatan terakhir memutus mata rantai Covid 19 adalah media. Peran media yakni mentransmisikan informasi kepada masyarakat, agar masyarakat mengetahui program dari tingkat pusat hingga ke tingkat desa.

Menteri dari Partai Nasdem ini mengatakan, tujuan kedatangannya di Flotim, untuk mengkampanyekan pentingnya akselerasi transformasi digital sehingga insfrastruktur digital menjadi penting.

“Indonesia memiliki satelit di udara, walaupun salah satunya akan berakhir. Namun tidak perlu khawatir karena masih banyak satelit orbit yang kita miliki. Saat ini kita menggunakan 9 satelit, 5 satelit milik indonesia sedangkan 4 satelit milik bangsa lain yang ada di orbit. Namun semuanya belum cukup dan masih banyak sekali yang harus kita kerjakan,” jelas Jhony Plate.

Diuraikannya, saat ini terdapat 83.218 desa dan kelurahan di Indonesia yang telah memiliki signal 4G dan sebanyak 70.760 masih tersisa, serta 12.548 desa dan kelurahan yang belum mengakses signal 4G.

“Ini menjadi tugas kita untuk mengantar masyarakat ikut dalam transformasi digital untuk 12.548 desa yang tersisa,” katanya.

Dikatakannya, untuk wilayah Terluar Tertinggal Terdepan (3T) diambil alih Kominfo untuk membangun infrastruktur teknologi dan komunikasi di 9.113 desa/kelurahan untuk diselesaikan. Sementara di NTT, telah dibangun 113 BTS termasuk ada 5 BTS di Flores Timur. Tetapi butuh penambahan operator seluler.

“BAKTI Kominfo sudah membangun 753 titik akses internet di NTT, yang merupakan internet gratis yang langsung di hubungkan dengan satelit. Dan yang pastinya di Flores Timur ada 58 titik yang sudah langsung di hubungkan dengan satelit orbit,” pungkas Jhoni.

(Chelle Kedang)