Kantor Bank NTT Cabang Surabaya
Kantor Bank NTT Cabang Surabaya

Kupang, Aktualita-ntt.com- Uang dugaan korupsi Bank Cabang NTT Surabaya, senilai Rp 9,5 miliar, dari total dugaan korupsi Rp 148 miliar, disita Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (22/6/2020).

Uang sitaan tersebut, merupakan kredit modal kerja dan kredit investasi jangka panjang Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018.

Uang dugaan korupsi yang disita Kejati NTT, dihantar menggunakan mobil Xenia berwarna Silver dengan nomor polisi B 2734 SZB.

Kajati NTT, Dr. Yulianto menegaskan, uang senilai Rp 9, 5 miliar tersebut, disita dari tangan salah satu tersangka atas nama Muhamad Ruslan.

Kata Yulianto, uang Rp 9, 5 miliar itu, disimpan tersangka di Bank BNI Cabang Cibinong, Jawa Barat.

“Uang senilai Rp 9, 5 miliar ini disita dari tangan tersangka Muhamad Ruslan yang disimpan di rekening BNI Cabang Cibinong, Jawa Barat,” kata Yulianto.

Yulinto mengatakan, uang dugaan korupsi yang tersisa dan yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara senilai Rp 126 miliar, akan ditelusuri penyidik Kejati NTT.

Pasalnya, uang tersebut adalah milik rakyat NTT dan wajib untuk dikembalikan oleh para tersangka.

“Kami kejar terus uangnya dari tangan para tersangka. Tujuannya agar dikembalikan karena uang itu milik rakyat NTT,” tegas Yulianto.

Katanya, berkaitan dengan kerugian negara, Kejati NTT telah berhasil menyelamatkan sekitar Rp 100 miliar.

Selain itu, untuk tersangka Muhamad Ruslan, pihak Kejati NTT telah melakukan panggilan sebanyak tiga kali, untuk diperiksa pekan ini sebagai tersangka.

“Jika dalam pekan ini dia tidak datang, maka kami akan tetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata Yulianto.

Reporter: Gck