Kupang, Aktualita-ntt.com- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), membebaskan Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Partai Hanura berinisial IFT yang ditangkap di kamar hotel, Selasa (16/6).

Politikus Partai Hanura itu, dibebaskan pihak BNN Kota Kupang, dengan alasan tidak memiliki cukup bukti.

Bebasnya Anggota DPRD berinisial IFT itu, ditandai dengan Surat Perintah Pelepasan No: SP.Kap/01.b/VI/2020/BNN Kota Kupang. Surat itu, ditanda tangani
Kepala Badan Narkotika Kota Kupang Kompol Lino Do Rosario Pereira SH, selaku penyidik dan yang menerima perintah Aipda Yance Theedens.

Dalam Surat Perintah Pelepasan yang diperoleh Minggu (21/6) pada point 2 (dua) menyebutkan, IFT di lepas dari status tangkapan karena tidak cukup bukti untuk dilanjutkan ke tingkat penyidikan sesuai Pasal yang di persangkakan yaitu pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Surat Perintah Pelepasan itu diperintahkan kepada Aipda Yance Theedens, Aipda Herman D. Lerrick, Bripka Maxymus M. Nggelan, Bripka Bung A. S. K. Wawu, SH, dan Bripka Aloysius Nanga untuk melepaskan Anggota DPRD TTU berinisial IFT.

Sementara, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang, Lino Do Rosario Pereira yang dikonfirmasi siang tadi, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun, pihaknya tidak menyinggung soal dibebaskannya IFT.

“Iya benar. Besok Senin (hari ini) kita rilis,” ujarnya singkat saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (21/6/2020).

Selain itu, Ketua DPD Hanura Provinsi NTT, Refafi Gah mengaku, belum menerima informasi secara resmi soal kasus tersebut.

“Saya baru mendapat informasinya dari media. Saya masih tunggu laporan Ketua DPC Hanura Kabupaten TTU,” kata Refafi Gah.

Diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD TTU berinisial IFT, ditangkap BNN Kota Kupang, karena diduga menggelar pesta narkoba bersama seorang wanita dan sopir dalam salah satu hotel di bilangan Kota Kupang.

Usai ditangkap, anggota DPRD bersama seorang wanita dan sopir tersebut, digiring ke kantor BNN Kota Kupang untuk dimintai keterangan.

Reporter: GCk