Lembata, Aktualita-ntt.com- Pasar Barter Wulandoni, Kabupaten Lembata ditetapkan sebagai Juara I Lomba Inovasi Daerah memasuki tatanan new normal, kategori Pasar Tradisional.

Lomba tersebut, diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI Tahun 2020. Dan penghargaan bergengsi ini diumumkan hari ini, di Jakarta, Senin (22/6).

“Proficiat Lembata! Pasar Barter Wulandoni juara satu lomba inovasi daerah kategori Pasar Tradisional di era new normal. Lembata patut berbangga,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Petrus Gero, Senin (22/6).

Prestasi yang diraih dalam lomba tersebut, dikarenakan adanya inovasi yang diterapkan saat aktivitas di pasar dalam masa new normal.

Di antaranya, setiap lapak barter diberikan jarak 1,5 meter dengan bentuk lingkaran putih . Itu disiapkan para relawan sebelum terjadi transaksi antara para penjual dan pembeli.

Para pembeli (mama-mama Lamalera) dari wilayah pesisir, diizinkan membawa potongan ikan paus kering dan jenis ikan lainnya menemui mama-mama dari Puor, Boto, Imulolong, Posiwatu, Lewuka, Labala dan yang berasal dari pegunungan, untuk menawarkan ikan ditukarkan dengan barang, seperti jagung, pisang, ubi, kacang dan hasil pertanian lainnya.

Pasar Tradisional atau Pasar Barter Wulandoni, merupakan satu-satunya pasar di NTT, yang hingga saat ini, masih menerapkan sistem barter. Transaksi penjual dan pembeli dengan barang, bukan uang.

Menurut cerita turun temurun, Pasar Barter Wulandoni tersebut, merupakan pasar warisan nenek moyang orang Lamalera yang eksodus dari Luwuk Lepan Bata dan daerah wilayah pegunungan. Mereka hidup dan dipertemukan dalam transaksi jual beli barang dengan barang di Wulandoni.

Di zaman itu, di Pasar Wulandoni, nenek moyang orang Lamalera bertemu dengan orang wilayah pegunungan tidak saja menjual beli barang, tetapi menjalin relasi sosial (prefo) atau kerabat. Dan itu diwariskan dan terjalin hingga saat ini.

Reporter: Chelle Kedang

Editor: No Belle