Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jefri Riwu Kore
Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jefri Riwu Kore

Kupang, Aktualita-ntt.com- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH meminta jajaran majelis Partai Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat menindak tegas, Subur Sembiring yang telah mengeluarkan pernyataan kontroversi dan tidak mengakui kepemimpinan Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum yang sah.

Mantan anggota DPR RI dua periode ini mempertanyakan sosok Subur Sembiring yang tiba-tiba viral dengan langkah-langkah kontroversinya pasca Munas Demokrat.

”AHY adalah ketua umum yang sudah diakui dan sudah dilantik. Ini hasil dari kesepakatan bersama seluruh ketua partai dan seluruh kader Demokrat di Indonesia. Jika Subur Sembiring tidak mempercayai, memangnya, Subur itu siapa, ketua saja tidak?” ujar Jefri kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).

Ia meminta majelis partai menindak tegas Subur Sembiring agar tidak memprovokasi dan mengganggu apa yang sedang dilakukan oleh partai Demokrat di bawah kepemimpina AHY.

“Kita punya mimpi besar untuk partai Demokrat ke depannya. Kita harus terus menggelorakan semangat partai sebagai partai yang peduili dan beri solusi, bukan menentang balik kepengurusan yang sah dan sudah mengantongi SK Kemenkumham,” tegasnya.

Ia juga meminta agar Subur Sembiring, sebagai kader partai agar memberikan masukan, saran dan gagasan-gagasannya untuk kemajuan partai Demokrat.

“AHY adalah orang muda dan kita sangat beruntung memiliki ketua yang energik seperti sosok AHY. Kalau Subur menempatkan diri sebagai sesepuh partai dengan ribuan gagasan dan masukan, pasti kader muda saat ini menerimanya dengan senang hati,” tandasnya.

Sosok Jefri Riwu Kore yang dikenal luas sebagai kader yang malang melintang dalam kepengurusan partai Demokrat di Dewan Pimpinan Pusat, menentang keras tindakan yang dilakukan Subur Sembiring.

Ia mengakui Subur Sembiring adalah sahabat dekatnya. Meski demikian, ia sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh sahabatnya. Ia menduga aksi Subur itu ditunggangi pihak ketiga yang ingin menghancurkan partai Demokrat.

“Pak Subur itu sahabat saya, namun tidak boleh membangun narasi yang tidak etis apalagi tidak mengakui hasil Munas dan kepengurusan partai yang sudah disahkan oleh kemenkumham,” imbuhnya.

Jefri yang juga Wali Kota Kupang ini mengimbau kepada seluruh kader Demokrat di Indonesia khususnya di NTT agar tidak mempercayai berita tidak benar yang dilakukan, Subur Sembiring.

“Fokus pada kerja dan rencana masa depan partai, terutama dalam menyongsong Pilkada 2020 di 9 daerah di NTT. Kerja untuk rakyat, rakyat lagi susah karena pandemi covid-19, kerja lanjut seperti yang sedang kita lakukan sekarang,” pungkasnya.

Reporter: Gck