Bendungan Kolhua Batal Dibangun, Proyek 550 M Ini Dialihkan ke Belu

KUPANG, AKTUALITA NTT

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, Ir. Andre Koreh, menjelaskan, Bendungan Kolhua, di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang (NTT), yang siap dibangun dengan anggaran Rp. 550 miliar, batal dibangun. Proyek Strategis Nasional (PSN) itu sudah diproses untuk dialihkan ke Kabupaten Belu. Proyek bendungan ini tepatnya akan berlokasi di daerah Welikis Haliboe, Kecamatan Tasifeto Barat.

“Kebijakan ini ditempuh pemerintah provinsi (pemprov) NTT, supaya tujuh bendungan itu tetap berada di NTT,” papar Andre di ruang kerjanya, Kamis (15/3), di Kupang. Menurut Andre, hal itu bagian dari strategi untuk melihat NTT secara keseluruhan, bukan hanya Kolhua saja.

“Jadi kebijakan yang diambil pemprov NTT agar tujuh bendungan itu berada di NTT. Kalau kita tidak dapat genap tujuh bendungan itu maka kita rugi. Sehingga Pak Gubernur, berpendapat dengan mengalihkannya ke kabupaten Belu,” jelas Kadis energik ini.

Andre Koreh menjelaskan, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, sudah bersurat ke Menteri PUPR, di Jakarta, merujuk surat dari Bupati Belu, Willybrodus Lay, untuk dialihkan ke kabupaten Belu.

“Karena ada masalah lahan di Kolhua maka berdasarkan petunjuk Pak Gubernur, dialihkan ke kabupaten Belu dan sudah ada jaminan dari pemerintah kabupaten Belu, tidak ada masalah terkait lahan untuk pembangunan bendungan tersebut,” tambah Andre.

Sementara itu, Kepala Balai Sungai Nusa Tenggara II, di Kupang, Agus Sosiawan, membenarkan pembatalan pembangunan bendungan Kolhua, di Kota Kupang, terkait masalah lahan dan dialihkan ke kabupaten Belu, berdasarkan usulan Gubernur NTT kepada Menteri PUPR, di Jakarta.

Tujuh bendungan yang diprogramkan pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui PSN di NTT, masing-masing: bendungan Raknamo (kabupaten Kupang), Rotiklot (Belu), Napun Gete (Sikka), Temef (TTS), Mbay (Nagekeo), Manikin (kabupaten Kupan dan bendungan Kolhua (dialihkan ke kabupaten Belu. (Mic, Gucek Muda, Eman Terong/Humas)