Gubernur: Jika Tidak Ada Temuan, Itulah Kehebatan Auditor

KUPANG, AKTUALITA NTT

 

Pandangan lama bahwa kerja para auditor menjadi hebat ketika ada temuan penyalagunaan keuangan daerah, sudah seharusnya ditinggalkan. Justru sebaliknya, kerja para auditor akan menjadi hebat ketika tidak ditemukan lagi adanya penyalagunaan keuangan daerah. Demikian penegasan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, ketika membuka diskusi terbatas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), di Aula Perwakilan BPKP NTT, di Kupang, Kamis (1/3).

Inspektorat di masing-masing daerah, kata Frans diharapkan mampu berfungsi secara optimal. Tujuannya adalah agar dapat membantu pimpinan daerah dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

“Saya minta supaya Inspektorat di daerah benar-benar dapat berfungsi optimal. Caranya, menjalin kerjasama dengan Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTT terkait bagaimana meningkatkan kapabilitas dan kapasitasnya, ” kata Gubernur NTT dua periode ini.

Diskusi terbatas yang diselenggarakan Perwakilan BPKP NTT dengan menghadirkan para Bupati dan Walikota se provinsi NTT, membahas soal SPIP dalam rangka penguatan Aparatur Pengawas Intern Pemerintah (APIP) di masing-masing daerah. Dan diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang bermanfaat dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Dikatakan Gubernur, diperlukan komitmen bersama meningkatkan kapabilitas dan kapasitas Sekretaris Daerah (Sekda) dan Inspektorat daerah yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Mengingat, peran Sekda dan Inspektur di daerah beserta jajarannya, menjadi penting dalam menciptakan lingkungan pengendalian yang sehat.

Gubernur Lebu Raya, mencontohkan dalam kegiatan audit jika ada masalah atau temuan maka langsung diselesaikan. Jangan berpandangan bahwa setiap kegiatan audit harus selalu ada temuan dan itu dikatakan hebat. Kalau tidak terdapat temuan rasanya tidak hebat. Padahal, lanjut Gubernur, harus berpandangan bahwa jika tidak ada temuan, itulah kehebatan auditor.

“Jangan sampai berpandangan kalau tidak ada temuan dalam kegiatan audit, dinilai tidak berprestasi. Tapi harus mengoreksi kembali waktu pemeriksaan pada tahun lalu terdapat temuan dan sekarang tidak terdapat temuan, itu baru bagus,” contohnya.

Gubernur Frans Lebu Raya, mengingatkan auditor dalam melaksanakan kegiatan audit jangan mencari-cari kesalahan. Itu pola audit dengan label paling kuno. Namun, kata Gubernur, audit yang paling bagus adalah audit yang membina sifatnya.(Mic, Eman Terong, Gucek Muda, Humas)