Unggul Jauh Dalam Survei, Pesona Esthon-Cris Sungguh Aduhai

KUPANG, AKTUALITA NTT

Bergerak senyap tapi terukur rupanya menjadi taktik politik paket Esthon L. Foenay dan Cristian Rotok di pusaran Pilgub NTT 2018. Di saat paket lain sibuk wara-wiri menggempur berbagai wilayah NTT untuk memperkenalkan diri dan menarik simpati masyarakat, Esthon-Cris seolah diam. Paket ini tetap tenang-tenang mendayung. Sama sekali tidak terpancing. Apalagi harus panik. Tapi yang mengejutkan adalah, hasil survei terbaru LSI justru menempatkan mereka di urutan teratas. Jauh meninggalkan paket lainnya. Bukti bahwa pesona Esthon Foenay Dan Cristian Rotok masih sngat aduhai di akar rumput pemilih NTT.  

 

“Inilah hasil survey pilgub NTT yg dibuat oleh LSI Denny J.A. Survey dilaksanakan tgl 14-28 Januari 2018. Metode survey: multistage sampling error, menggunakan wawancara tatap muka, jumlah responden 440, margin of error 4,8 persen. Pasangan Esthon-Christ tetap unggul.” Demikian postingan Anggota DPR RI, Partai Gerindra, Pius Lustrilanang di akun facebooknya. 

 
Terbaca dalam survei tersebut, untuk pertanyaan terbuka, “Seandainya pemilihan langsung Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur dilaksanakan hari ini, siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan ibu/bapak pilih?” Jawaban masyarakat menempatkan pasangan Esthon Foenay-Cristian Rotok pada posisi tertinggi, dengan prosentase 28,6 persen. Unggul jauh meninggalkan dua pesaing lainnya, paket MS-Emi dan Viktory-Joss. Berdasarkan data survei, pasangan Marianus Sae-Emi Nomleni  terpaut dsekitar sembilan persen dengan prosentase dukungan sebesar 19,0 persen. Sedangkan pasangan calon partai Nasdem-Golkar-Hanura, Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi, menempati urutan ke tiga, dengan meraih 17,6 persen dukungan. Di posisi terakhir, pasangan Benny K Harman-Benny Litelnoni, meraih 11,7 pesen dukungan. Suara yang menyatakan rahasia 8,0 persen  dan tidak tahu 15,1 persen. Menurut sumber aktualita ntt di Kupang, hasil survei ini seolah menegaskan eksistensi paket ini sebagai paket yang sepi pemberitaan tapi justru paling menakutkan. Karena masih sangat kuat di akar rumput. 

Dalam catatan aktualita ntt, Esthon dan Cris sejauh ini memang lebih banyak diam. Dua politisi kenyang pengalaman ini hanya sesekali terpantau menghimbau masyarakat NTT dengan joke-joke renyah tapi penuh makna. Esthon yang terkenal humoris terlihat tidak tegang dalam banyak kesempatan. Ia terus minta masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan. Di media sosial facebook, Esthon-Cris juga beberapa kali memposting status, yang isinya menyejukan. “Hati boleh panas karena politik. Persahabatan harus dijunjung tinggi. Dalam politik kita berkompetisi, tapi dalam Tuhan kita bersaudara,” ajak mereka. 

Esthon juga baru saja membantah issu yang beredar belakangan ini bahwa Ia mundur dari pencalonan. Itulah Esthon-Cris. Tampil tidak grasak-grusuk. Tetap tenang dan tidak mengumbar kekuatan. Meskipun kekuatan mereka sebenarnya sangat nyata. Dengan modal pernah bertarung di level provinsi sebagai calon Gubernur NTT di tahun 2013 silam ini, keduanya memang magnet politik yang tidak bisa dianggap remeh. Para rival perlu cermat berhitung tentang keduanya. Jika tidak ingin tertipu situasi saat ini. Karena hasil final Juni mendatang bisa saja masih sama dengan survei. 

Di jagat politik NTT, Esthon bukanlah nama sembarangan. Ia adalah politisi dengan jam terbang tinggi dan teruji oleh sejarah perpolitikan. Nama besar Esthon sudah mengakar di kalangan masyarakat bawah dan kelas menengah kota karena sudah ikut bertarung sejak lama. Plus pergaulannya yang luas dan luwes dengan siapa saja. Ditopang oleh keunggulan calon wakilnya, Cristian Rotok yang adalah juga Bupati Manggarai Dua Periode. Di mana Rotok punya pesona luar biasa di Manggarai Raya dan beberapa wilayah di Flores, paket ini punya peluang sangat besar untuk menang. Basis suara Esthon di TTS, Sumba Raya, Kabupaten Kupang, Rote dan Sabu juga Alor akan tetap solid. Didukung oleh suara dari sebagian Manggarai, akan menjadi kekuatan nyata di putaran final Pilgub kali ini. Karena itu, ssbut sumber media ini, ribut di dunia maya yang seolah mengabaikan paket ini adalah keliru. (Mic Bataona, Eman Terong, Gucek Muda)