Gelora NTT Menggugat Dari Titisan Ben Mboi

RUTENG, AKTUALITA NTT

Politisi nasional sekaligus Calon Gubernur NTT dari paket Harmoni, Benny Kabur Harman atau BKH,  diapresiasi sebagai titisan mantan Gubernur NTT, dr. Aloysius Benedictus Mboi, M.P.H. Ben Mboi yang juga lahir di Manggarai, Flores, pada tanggal 22 Mei tahun 1935 adalah tokoh hebat NTT yang terkenal secara nasional karena ketegasan dan integritasnya. Baik selama menjadi tentara maupun sebagai Gubernur NTT selama sepuluh tahun. Sebagai sesama politisi asal Manggarai, BKH dinilai mantan Ketua DPRD NTT, Mell Adoe, sebagai sosok pemimpin yang punya kemiripan karakter dengan sosok Ben Mboi. BKH, sebut Mell, adalah sosok politisi yang jujur, tegas dan berintegritas. Unsur-unsur kepribadian ini, sangat mirip dengan pribadi Ben Emboi. Pernyataan Mell Ini disampaikan di Ruteng, Sabtu, (29/1/2018), dalam acara adat wuat Wa’i, sekaligus deklarasi paket Harmoni. Deklarasi meriah paket Benny-Beni ini menurut jubir BKH, Gabriel Suku Kotan,   dihadiri oleh ribuan simpatisan dan tim relawan se-Manggarai Raya. Di mana dalam orasi politiknya, BKH secara lugas mengemukakan ide bernasnya tentang perubahan NTT di bawah judul: “NTT Menggugat!”

Tampil penuh semangat, dalam balutan busana adat Manggarai, BKH dengan lugas mengemukakan buah permenungannya itu. Menurut dia, kemiskinan dan keterbelakangan di NTT, sudah sangat mengkawatirkan. Untuk itu, moment Pilgib harusnya menjadi saat tepat bagi rakyat NTT untuk menggelorakan semangat “NTT Menggugat.” Gugatan itu berkaitan dengan pertanyaan utama, “mengapa NTT masih tetap miskin dan terbelakang di usianya yang sudah hampir 60 tahun.”

Sumber aktualita ntt di Ruteng menjelaskan, orasi politik Benny dengan judul NTT Menggugat itu, sontak mendapat perhatian serius dari seluruh hadirin. Menurut politisi Senayan tiga periode ini, pidato politik dengan judul “NTT Menggugat” adalah buah pemikirannya yang terinspirasi dari pidato pledoi presiden pertama RI Soerkarno alias Bung Karno tahun 1942  di hadapan Persidangan Agung Pengadilan Belanda yang berjudul “Indonesia Menggugat”.

“Saya ingin menyampaikan satu pasangan calon, satu pasangan itu hanyalah pasangan politik.  Yang jauh lebih penting di dalam konstenstasi politik kita, bukan hanya paslon dalam memilih gubernur atau wakil gubernur, kita ingin menunjukkan, kita ingin bersama-sama menuju NTT yang sejahtera, yang sejalan dengan apa yang menjadi harapan generasi zaman now,” tegasnya. BKH dalam pemaparannya menjelaskan nurani rakyat NTT telah tergugat melalui moment Pilgub karena kemiskinan dan keterbelakangan yang terus membelenggu mereka setiap hari.
“Bangkitlah, bangunlah, masa depan NTT ada di tangan kita, sebab kita semua ingin perubahan,” ajak BKH disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.  Bagi BKH, membangun NTT adalah tanggung jawab bersama. Bukan saja, tanggung jawab gubernur dan wakil gubernur, jika ingin NTT maju dan mengalami perubahan.
“Saya dengan pa Benny (Benny A Litelnoni) kalau nanti toh diberi mandat oleh rakyat hanyalah menjadi alat bapa-mama sekalian untuk mewujudkan cita-cita perubahan itu,” tegas Benny. Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini, data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, hingga kini NTT masuk kelompok ketiga provinsi termiskin di seluruh Indonesia.  Itulah mengapa dironya mengajak rakyat NTT bangkit menggugat karena sudah Hampir 60 tahun NTT menjadi provinsi, hingga saat ini NTT masih saja menjadi provinsi termiskin di Indonesia. BKH lalu membeberkan bahwa, sebanyak 1.150.080 orang atau 22,85 persen dari total 5,5 juta jiwa  penduduk NTT masih miskin. Akibatnya, bermacam-macam yakni, rawan pangan dan kurang gizi.
Akibat lain dari kemiskinan lanjut BKH, banyak anak putus sekolah. Berdasarkan data BPS hingga kini angka putus sekolah di Provinsi NTT yaitu; SD sebanyak 5.620, SMP sebanyak 6.800, dan SMA sekitar 10 ribu lebih orang.
Alasan lain “NTT Menggugat” karena tingkat pengangguran masih tinggi yang berakibat pada tidak adanya pendapatan. Akibat lain dari pengangguran yakni banyak orang NTT yang menjadi TKW dan TKI.
Soal yang satu ini, BKH lalu membeberkan data BPS. Sebanyak 27.000 perempuan dan laki-laki dari NTT hingga kini merantau sebagai TKW dan TKI.  Mirisnya lagi dalam catatan BKH, pada tahun 2017 sebanyak 1.500 kasus orang yang sudah menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) dari NTT.
Selain itu, krisis listrik juga masih marak di NTT. Di mana sebut BKH, hingga kini juga masih sebanyak 1.300 atau kurang lebih 35-40 persen desa di NTT masih belum terjangkau penerangan listrik. Selain listrik, masalah jalan juga menjadi soal lain yang membelenggu rakyat NTT.
Masih banyak desa di provinsi NTT masih terisolasi. Panjang jalan provinsi sampai saat ini ada 40 persen dalam kondisi baik, sedangan 60 pesen lainnya tergolong rusak berat.
“Teman-teman dari Manggarai Timur saya tahu, di sana ada 120 Km jalan provinsi yang hingga saat ini mengalami rusak berat. Saya sudah lewat tiga sampai empat kali di situ, satu dua malam menginap di jalan. Jalan jelek sekali. Kalau saya terpilih itu yang saya utamakan.”
Begitu juga jalan Provinsi NTT Ruteng- Iteng di Kabupaten Manggarai dan ruas Golo Welu-Terang di Kabupaten Manggarai Barat masih rusak berat. “Kalau saya terpilih nanti, catat saya omong! Itu saya dahulukan. Datang tagih sama saya, kalau jadi gubernur jika saya tidak prioritaskan itu,” gelora politisi Partai Demokrat itu disbut tepuk tangan meriah.
BKH menjelaskan, Paket Harmoni sudah menyiapkan 5 program unggulan, sebagai solusi atas semua masalah kronis di atas yaitu reformasi sistem birokrasi pemerintah daerah, perbaharui kelembagaan sosial kemasyarakatan, dan  percepat dinamika perubahan sistem ekonomi wilayah. Lalu, peningkatan pembangunan sarana dan prasarana social dasar dan intensifikasi penegakan hukum dan HAM.
“Tentu kita akan menjadikan SDM sebagai episentrum perubahan. Kalau kita inginkan NTT berubah, maka perubahan harus dimulai dengan memajukan pendidikan,” tandas BKH. (Mic Bataona, Gucek Muda, Eman Terong)