Difitnah Lakukan Pesekongkolan Jahat, Gubernur Frans “Elus Dada”

KUPANG, AKTUALITA NTT

Sebagai manusia biasa, siapa pun pasti marah ketika dituduh melakukan sesuatu tanpa bukti. Apalagi tuduhan yang diumbar tanpa bukti tersebut ditembakan ke “dada” seorang Gubernur. Kepada Aktualita ntt, sumber di internal RUPS Bank NTT menjelaskan, saat berbicara dengan para Direksi dan pemegang saham dalam RUPS luar biasa Bank NTT, Kamis (24/1/2018) hari ini, Gubernur Frans Lebu Raya, mengaku sangat terkejut dan sakit hati karena difitnah oleh sekelompok orang bahwa dirinya telah melakukan persekongkolan jahat terkait diskresi yang ia keluarkan Desember 2017 silam untukemyelamatkan Bank NTT.
Gubernur menyesal karena secara hukum, keputusan tersebut sebenarnya tidak menyalahi aturan. Semuanya sudah melewati kajian hukum dan aturan Bank. Ketika dirinya berani mengeluarkan aturan tersebut hanya demi menyelamatkan Bank NTT dari kevakuman kepemimpinan, seharusnya ia diapresiasi. Tapi nyatanya, keberanianya berbuah tuduhan dan fitnah keji. Inilah yang disesalkan Frans.
Sumber kuat aktualita ntt di internal RUPS membeberkan, pernyataan Gubernur ini berkaitan dengan demonstrasi yang dilakukan oleh KNPI di Kupang, Rabu (23/1/2018). Dalam demonstrasi tersebut Gubernur disebut mengeluarkan keputusan yang konyol dan salah. Bahkan telah melakukan persekongkolan jahat bersama jajaran komisaris dan direktur Bank NTT, juga pihak OJK, terkait pengangkatan dan penetapan para Direksi dan Komisaris Bank NTT.
“Dada saya sebenarnya panas sekali ketika mendengar semua fitnah dan tuduhan itu. Tetapi saya elus dada supaya tetap sabar menghadapi hal ini. Kita semua ini bekerja keras dengan tulus demi kemajuan bank kita ini dan daerah, kok dituduh melakukan persekongkolan jahat?” tanya Gubernur Frans dengan raut wajah penuh kecewa.
Sumber aktualita ntt dalam RUPS ini juga menjelaskan, meski kecewa dan marah,  Gubernur tetap menahan diri dan memberi pandangan yang sejuk rasional dalam rapat yang dihadiri oleh mayoritas Bupati sebagai pemegang saham. Gubernur mengatakan, meski kecewa dan sakit hati, dirinya mendoakan para pemfitnah.
“Saya mendoakan para pemfitnah agar Tuhan membuat mereka sadar. Saya memang sangat terkejut karena masak kita berjuang kok bilang pesengkongkolan jahat ya? Padahal pembagian dividen bukan untuk kantong pribadi kok? Semua untuk kepentingan daerah ini. Untuk rakyat di semua Kabupaten,” tegas Frans.
Selain Gubernur, para pemegang saham juga mengaku kecewa dengan kisruh serta berita hoax atau kabar bohong yang tersebar selama sebulan terkahir tentang Bank NTT. Menurut mereka, gonjang-ganjing sebulan terakhir telah disusupi kepentingan pihak tertentu. Merka ini hanya ingin membuat Bank NTT jadi gaduh dan karyawan tidak fokus bekerja.
Seorang Bupati asal pulau Sumba, bahkan dengan suara tegas dan lantang menyatakan dalam RUPS bahwa, “Sudah jelas bahwa kisruh selama ini ditunggangi oleh mantan pejabat Bank NTT yang sudah purna tugas. Orang-orang ini turut bermain dalam ribut-ribut ini. Mereka ini kalau meminjam bahasa orang tua kita di kampung, seperti makan di piring dan muntah juga di piring itu,” beber sumber ini menirukan apa yang disampaikan sang Bupati.
Membenarkan opini bahwa ribut sebulan terakhir di Bank NTT adalah permainan pihak ke tiga, Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Koreh juga angkat bicara. Kepada awak media setelah RUPS, Jefry menjelaskan bahwa  RUPS luar biasa hari ini telah memastikan bahsa RUPS yang dilaksanakan di Maumere sudah selesai, dan dilanjutkan untuk disahkan menunggu keputusan OJK. Di mana, menurut 

Wali Kota Kupang ini, keputusan RUPS hari ini melahirkan dua hal, yang pertama melanjutkan kepemimpinan dari Direktur Utama Sebelumnya Sampai Ada Keputusan dari OJK. Artinya sebut Jefry, SK Gubernur untuk perpanjangan masa jabatan para Direksi dan Komisaris adalah legal. Tidak ada yang bertentangan. Lalu terkait ribut-ribut sebulan terakhir ini, Jefry memastikan bahwa hal itu adalah bagian dari permainan pihak-pihak yang punya motif pribadi untuk merusak harmoni di internal Bank NTT. 

“Itukan permainan dari orang-orang, saya menduga ada orang-orang yang menyewa karyawan tersebut, untuk orang yang ingin sein kiri belok kanan,” beber Jefry. Usai RUPS, hampir semua pemegang saham juga meminta agar rakyat NTT mendukung kepemimpinan Bank NTT saat ini.

Tentang kinerja Plt. Dirut Edy Seran, seorang sumber di jajaran pimpinan Bank milik rakyat NTT ini bersaksi bahwa, Plt. Dirut saat ini, Edy Bria Seran adalah seorang pribadi yang jujur dan bersih. Selama setahun memimpin Bank NTT, Edy yang dalam setahun mendapat fasilitas finansial berupa uang representasi sebesar Rp. 1 milyar, secara diam-diam memgembalikan 90 persen dana yang seharusnya menjadi haknya itu, ke kas Bank NTT. Edy  hanya menggunakan Rp. 100 juta untuk biaya selama setahun kemarin. Figur Edy disebut saat ini telah menjadi contoh yang bagus untuk para karyawan Bank. Integritas dan dedikasinya tidak perlu diragukan. (Mic Bataona, Gucek Muda, Eman Terong)