Sukses Menggapai Cita-cita dari Anak Keluarga Tak Mampu

Thom Fallo

SUKSES MENGGAPAI CITA-CITA DARI ANAK KELUARGA TAK MAMPU

Thom adalah anak dari keluarga tak mampu dan sederhana. Ayah dan ibunya tidak menamatkan pendidikan pada sekolah dasar alias Putus Sekolah.

Ayah nya telah meninggal dunia5 tahun yang lalu. Kepergiaan ayah nya menghadap yang Maha Kuasa terasa berat untuk diterima, tapi tak apalah Tuhan punya rencana yang indah buat seorang putra sulung, yang sementara duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Atas Negeri di Kefamenanu. Ibunya yang berbekal pendidikan hanya sebatas sekolah dasar membuatnya termotivasi untuk bekerja keras tak kenal lelah membanting tulang agar bisa menyekolahkan anak tiga bersaudara,Thom putra sulung di bangku SMA kelas tiga, seorang saudari perempuan di bangku SMA kelas satu dan putra bungsu di bangku sekolah dasar.

Walaupun ayah mereka telah tiada, ibu tiga orang anak, hanya seorang janda tak, pernah mengenal lelah walau hanya berprofesi sebagai petani, panas dan hujan selalu menyengat tubuh sang ibu tetapi ibu tetap bertahan demi satu tujuan dan tekad yaitu Thom putra sulung harus menamatkan pendidikan nya di jenjang yang lebih tinggi yaitu Perguruan Tinggi.

Almarhum sang ayah semasa hidupnya selalu mengajarkan kepada mereka untuk bekerja keras mulai dari kecil, sehingga jika ayah tidak ada lagi di dunia maka mereka mampu menghidupi diri mereka sendiri. Motivasi sang ayah sering disampaikan kepada si putra sulung karena dialah kakak dan mampu memahami apa yang sering disampaikan oleh ayah.

Thom juga dikenal sebagai anak yang penurut dan rajin berdoa. Sejak di bangku SMP Thom pernah mendapat peringkat I juara kelas dan peringkat III juara sekolah. Sejak di bangku Sekolah Dasar ia sudah terbiasa bekerja keras mencari uang ketika pulang dari sekolah. Ketika pulang sekolah Thom sering mengumpulkan kaleng-kaleng bekas untuk dijual dengan harga satu Kg Rp. 2500.

Putra sulung itu juga aktif menjual air yang diambil di bak penampung umum menggunakan gerobak untuk dijual di tetangga sekitar rumah dengan harga satu gerobak Rp. 2500. Thom sangatBerbeda dengan teman nya yang orang tua mereka berprofesi sebagai PNS dan pengusaha sukses. Thomselalu minder dengan teman-temannya tetapi semangatnya berkobar-kobar.

Ketika beranjak di bangku SMA di salah satu sekolah unggulan di Kefamenanu, Thom rajin ke sekolah, rajin belajar, selalu mendengarkan arahan dari bapak dan ibu guru di sekolah, disiplin dan rajin bekerja. Jarak rumah ke sekolah 2 Km. Walaupun sakit dia tetap pergi ke sekolah. Jika tak punya uang ia sering berjalan kaki menempuh jarak 2 Km baik pagi ke sekolah maupun siang pulang sekolah. Sepulang dari sekolah ia menggeluti bisnis kecilnya dengan motivasi untuk membeli sebuah sepeda motor.  Itulah prinsipnya yang tak pernah terpatahkan oleh siapapun.

Di bangku SMA dia sering mendapat beasiswa dari berbagai sumber karena dikenal anak yang berasal dari keluarga tak mampu alias miskin. Uang yang diterima nya banyak sehingga ia bertekad untuk membuka rekening di salah satu BRI untuk menabung. Sedikit demi sedikit uang disisihkan dengan tujuan uang itu dapat dipergunakan untuk kemudian dapat mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri di Kota Propinsi Nusa Tenggara Timur, Universitas Nusa Cendana  nama nya. Tapi sayang, rencana indah nya gagal karena satu minggu sebelum mendengar hasil kelulusan Ujian Nasional SMA, Ayahnya menghembuskan nafas terakhir. Rasa kecewa, sedih berlinang air mata dan duka cita menyelimuti pikirannya karena rencananya untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi gagal. Uang hasil menabung akhirnya di pakai untuk membiayai  proses kepergian ayah tercintanya. Tuhan pasti punya rencana lain yang indah.

Satu minggu kemudian pengumuman hasil kelulusan Ujian Nasional tingkat SMA, ia dinyatakan Lulus. Hanya bersama seorang ibu yang berpredikat seorang janda berbekal profesi petani, membuatThom tidak dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Akhirnya dia memutuskan untuk membeli sepeda motor dengan cara kredit dengan uang muka Rp. 2.000.000 dengan angsuran per bulan Rp. 750.00 pada sebuah dealer di kota Kefamenanu untuk dipakai ojek.

Pikirannya adalah inginmemulai berwiraswasta dengan cara berhutang. Sambil ojek ia menabung untuk melanjutkan pendidikan tinggi di salah satu Universitas Swasta di Kabupaten Timor Tengah Utara. Beberapa bulan kemudian iamendaftarkan diri pada Universitas Timor di Kota Kefamenanu. Iatergolong anak yang pandai, cerdas dan berakhlak. Saat menjalankan proses pendidikan di bangku kuliah, dia pandai membagi waktu untuk kerja yaitu ojek dan bisnis kecilnya.

Dia mulai membagi waktu 1 hari 24 jam 60 menit 3600 detik untuk kuliah, ojek dan bisnisnya. Baginya waktu adalah uang. Dia selalu bangun jam lima pagi untuk beraktifitas yaitu ojek sampai jam tujuh pagi, dan setelah itu menyiapkan diri untuk pergi ke kampus. Sepulang dari kampus ia melanjutkan profesinya sebagai tukang ojek. Hujan dan panas menyengatnya, walaupun lelah ia tetap giat bekerja keras dan bersemangat. Kadang kala di tempat parkir ia membawa buku catatan pelajaran waktu SMA untuk belajar sambil menunggu penumpang.

Namun, kesedihan dan air mata selalu jatuh di wajahnya karena setiap semester tidak mampu membayarbiaya her registrasi dan SPP. Ia kemudian meminta bantuan pada keluarganya sedikit demi sedikit dan selalu meminjam uang pada tetangganya. Di balik air mata dan kesedihan ia juga dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dengan Indeks prestasi kumulatif (IPK) 3-4 setiap semester. Di bangku kuliah ia sempat mendapatkan beasiswa berprestasi dari Gubernur provinsi NTT. Keberhasilan yang luar biasa bagi seorang anak yatim dari ibu seorang janda berprofesi petani kecilmengantarnya ke Semester terakhir.Pepatah mengatakan bahwa “ Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian “ yang artinya besakit-sakit dahulu, bersenang-senang ke kemudian. Bagi Thomkesuksesan berawal dari kemauaan yang kuat dan percaya diri  yang harus tumbuh subur dalam setiap pribadi.

Kegembiraan dan suka cita diraihnya yang walau susah dan berasal dari keluarga miskin, dapat menamatkan perkuliahan nya dengan memperoleh Predikat Cumlaude (Terbaik) pada program studinya dan memperoleh gelar Sarjana. Apa yang diperolehnya merupakan buah dari semangat, disiplin, pandai membagi waktu, berakhlak mulia, rajin dan selalu mendengarkan nasihat orang tua, guru, dosen dan tetangganya. Tapi baginyaperjuangannya bukan hanya sampai memperoleh gelar Sarjana.

Baginya, ilmu yang didapat harus bisa bermanfaat bagi pribadinya, keluarganya, masyarakat, bangsa dan negara. Baginya, ia akan merasa bangga apabila ilmunya bisa bermanfat bagi orang lain. Tuhan punya rencana indah buat sang putra sulung. Semuanya butuh proses yang, terpenting adalah punya kemauaan pasti ada jalan. Berani untuk memulai, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Jangan pernah berputus ada jika menghadapi kesulitan, karena setiap tetes air hujan yang jernih berasal daripada awan yang gelap. Saat ini ia banyak mengabdi di berbagai lembaga untuk bekerja di samping menjalankan bisnis kecil nya.Rumusnya adalah keyakinan tambah tindakan sama dengan kesuksesan. Akhirnya Cita-cita Thom sang Putra Sulung terwujud. Tamat!

Karya : Thom Fallo