Kekompakan FRENLY yang Selalu Menginspirasi

Aktualita-ntt.com,Kupang- Capaian kinerja pemerintah provinsi NTT tidak terlepas dari kekompakan duet Gubernur Frans Lebu Raya, dan Wakil Gubernur Beni Litelnoni. Menurut para birokrat, keharmonisan Gubernur dan Wagub menjadi salah satu poin penting, mengapa kinerja para pembantu Gubernur terus berjalan dengan baik. Selain itu, kemampuan menjabarkan program pembangunan yang dimulai dari bawah, membuat kepemimpinan ini menjadi kuat.

Kepala Dinas Kebudataan provinsi NTT, Petrus Sinun Manuk menjelaskan, Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur Beny Litelnoni adalah duet yang kompak dan mesrah. Setidaknya itu terlihat sampai hari ini dan tentunya hingga akhir masa jabatan nanti. Hal ini, menurut Petrus, tidak bisa dilakukan oleh semua kepala daerah dan wakil kepala daerah.

“Beliau berdua sejak awal sampai sekarang dapat menjalankan tugas mereka dengan baik. Yang kedua, berbagai program pembangunan, terlaksana sebagaimana normative digariskan program kerja setiap tahun. Kalau kita hitung dari tahun pertama sampai tahun kesepuluh, NTT maju pesat hampir di semua sektor, terutama di delapan agenda pembangunan dan enam tekad,” tegas Piter.

Untuk itu, Piter berharap semua pihak harus jujur dan objektif. Salah satu terobosan yang luar biasa adalah program “Anggur Merah’ yang berbasis desa. “Saya rasa kita harus jujur, kalau soal ada kekurangan atau ada yang masih terbatas, itukan keterbatasan-keterbatasan daerah yang kita miliki. Tidak bisa satu kali pukul langsung selesai, dan ini harus bertahap. Dan kelebihan yang sudah dimiliki NTT dalam posisi sekarang, tinggal dijaga untuk kedepannya oleh gubernur yang baru nanti. Tetapi yang belum atau masih kurang, itulah yang harus menjadi tanggungjawab gubernur yang baru dengan visi dan misi yang baru,” tegasnya.

Sehingga Ia menyimpulkan bahwa sudah ada banyak kemajuan yang positif dibawah kepemimpinan duet Frans Leburaya dan Pak Beny Litelnoni. Secara terpisah Kepala Dinas Pariwisata provinsi NTT mengatakan, Kepemimpinan Gubernur Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur Beny Litelnoni adalah pemimpin yang patut dicontoh. Sebab, mereka selalu menjabarkan program pembangunan yang dimulai dari bawah. Salah satunya adalah program desa mandiri ‘Anggur Merah’.

“Itu artinya mulai dari desa, membangun Negara. Program ini dimulai dari desa, dan jangka panjang sehinggaa tidak bisa kelihatan dampaknya hari ini, termasuk di dalamnya program cendana. Dan ini akan dirasakan dan dilihat dampaknya pada 20-30 tahun kedepan, “ kata dia.

Program ‘Anggur Merah’ bergulir, harus diakui ada yang berhasil, ada yang tidak. Tetapi jika dilihat lebih banyak berhasilnya. Ini hal positif dari program yang digulirkan.

“Dengan kepemimpinan bapak gubernur dan wakil gubernur, sudah menunjukan hasil yang baik. Sekarang pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Jadi kita jangan hanya melihat sepintas, mestinya melihat dari berbagai data yang mendukung bahwa ini memang ada kemajuan. Berbagai bidang pembangunan di NTT di bidang infrastruktur begitu maju. Dan NTT memang perlu dukungan dari pemerintah pusat. Sehingga kita butuhkan pemimpin yang memiliki hubungan baik dengan pemerintah pusat,” beber dia.

Hal yang hampir mirip dikemukakan Kepala Dinas Peternakan provinsi NTT, Dani Suhadi. Menurut dia, Gubernur Frans Lebu Raya adalah pemimpin yang inovatif dan berani.

“Pak Frans selalu memberikan kepercayaan kepada masyarakat dalam hal usaha dan modal. Dan itu hanya terjadi di NTT, tidak terjadi di tempat lain dan dibuat gubernur lainnya,” tegas dia.

Hal kedua, sebut Dani adalah, Gubernur Frans adalah pemimpin yang merakyat. “Kita bandingkan dengan pemimpin lain. Dengan kondisi seperti ini, mereka sangat sulit untuk berada di tengah-tengah masyarakat.” Yang ketiga, menurut dia, Gubernur Frans memiliki pandangan kedepan untuk NTT yang luar biasa terhadap pemberdayaan manusia; baik sumber daya manusia (SDM) di desa sampai kepada masyarakat di kota.

Ini terbukti dengan segala aktivitas usaha, selalu yang ditekankan adalah dari aspek sumber daya manusia (SDM), kesehatan, dan pendidikan. Hal berikut adalah Pak Gubernur telah mampu menelusuri atau mengekspor potensi yang di miliki NTT, dengan memberikan satu kebijakan untuk pengembangan potensi daerah mulai dari pertanian, perikanan, dan kelautan. Itu yang luar biasa dan didasari oleh kemampuan yang harus diperbuat dengan manajemen yang kuat melalui usaha koperasi.

“Jadi ini adalah bentuk sinergitas yang kuat seorang pemimpin untuk melihat tentang situasi dan keadaan di masyarakat. faktor-faktor inilah yang menjadi kekuatan beliau didalam memimpin,” sebut Dani.

Sedangkan untuk Wakil Gubernur Beny Litelnoni, Dani menyatakan, Beni Litelnoni adalah pendamping yang mampu mengikuti gerakan dari Bapak Gubernur di dalam hal untuk menterjemahkan berbagai kebijakan-kebijakan.

“Selama lima tahun kepemimpinannya, tidak ada konflik yang terjadi diantara keduanya. Itu berarti ada sinergitas yang dibangun dalam memimpin masyarakat NTT,” tutup dia. +++Mic Bataona, Alvino Beraf, Eman Terong, Gusty Muda+++